Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Relawan Olimpiade Ketakutan, Pelatih Renang Australia Ini Berselebrasi Heboh

Seorang pelatih renang Australia membuat relawan di Olimpiade Tokyo ketakutan, karena dia berselebrasi secara heboh.

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang pelatih renang Australia membuat relawan di Olimpiade Tokyo ketakutan, karena dia berselebrasi secara heboh.

Dalam video yang viral, Dean Boxall kegirangan ketika salah satu anak asuhannya, Ariarne Titmus, meraih medali emas di nomor 400 meter gaya bebas.

Titmus mencatatkan waktu 3 menit 56,69 detik, unggul 0,67 detik dari jagoan Amerika Serikat (AS), Katie Ledecky.

Begitu melihat Titmus menang, Boxall mencopot masker yang sudah melorot ke dagu dan berteriak-teriak gembira.

Mengepalkan tinjunya beberapa kali ke udara, Boxall memegang pembatas dan tiba-tiba menaikkan pinggulnya.

Baca juga: Ahsan/Hendra Unggah Ucapan Perpisahan, Olimpiade Tokyo Jadi Olympic Terakhir The Daddies

Dilansir World of Buzz, rekaman video menunjukkan relawan Olimpiade Tokyo yang berusaha menahannya sampai ketakutan.

Dikutip The Guardian via Kompas.com, Titmus menuturkan bahwa Boxall, pelatih kelahiran Afrika Selatan itu tengah menjadi dirinya sendiri.

"Seperti itulah Dean. Dia sangat suka dan bergairah dengan pekerjaannya. Dia mungkin terksan heboh," jelas Titmus.

Berbicara kepada Channel 7, Boxall yang menukangi enam atlet renang Australia itu mengaku aksinya keluar begitu saja.

Boxall mengatakan, sikapnya begitu heboh sebagai akumulasi dari tekanan, perjuangan, dan kegembiraan selama melatih para perenang.

Baca juga: Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo Hari Ini, Anthony Ginting vs Chen Long, Peluang The Giant Killer

IOC memberikan peringatan

Hanya saja seperti diberitakan ABC, aksi Boxall tersebut membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) melontarkan peringatan.

Sebabnya Boxall berselebrasi sambil mencopot maskernya, di saat kasus Covid-19 tengah meningkat di tuan rumah Jepang.

Dalam pernyataannya, IOC menyadari jika atlet maupun ofisial tentu ingin merayakan pencapaian terbaik dalam karier mereka.

"Dalam rangka memastikan keselamatan pertandingan, peserta, dan warga Jepang, sangat penting jika semua orang mematuhi peraturan," tegas IOC. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved