Kamis, 30 April 2026

Virus Corona

6 Tips dari Dokter Paru untuk Pasien Covid-19 yang Isoman agar Gejala tak Bertambah Parah

Namun perhatikan pula sejumlah hal yang harus disiapkan ketika menjalani Isoman di rumah.   

Tayang:
Freepik
Kenali Tanda Kondisi Pasien Covid-19 Memburuk saat Isoman, Segera Bawa ke Rumah Sakit, berikut tips dari dokte rparu saat menjalani isoman di rumah 

TRIBUNKALTIM.CO - Lonjakan kasus Covid-19 terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini menyebabkan penuhnya sejumlah fasilitas kesehatan.

Karena itu sejumlah orang yang terpapar Virus Corona tanpa gejala atau gejala ringan disarankan melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah.

Namun perhatikan pula sejumlah hal yang harus disiapkan ketika menjalani Isoman di rumah.   

Pasien Covid-19 diperkenankan menjalani isolasi mandiri di rumah sejauh memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Dapur Rakyat Resmi Dibuka, Warga Sangatta Utara yang Lagi Isoman Dapat Jatah Makan Siang dan Malam

Syarat pasien Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri adalah berusia di bawah 45 tahun, tidak memiliki komorbid, pasien tanpa gejala atau gejala ringan, dan memiliki tempat memadai.

Melansir TribunWow dalam artikel berjudul 6 Resep Berguna dari Dokter Spesialis Paru untuk Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Premier, Bintaro, Jakarta Barat, DKI Jakarta, dr. Astri Indah Prameswari, Sp.P memberi enam hal yang sebaiknya dilakukan selama masa isolasi mandiri di rumah.

Hal itu disampaikan dalam tayangan Youtube RS Premier Bintaro pada 5 Februari 2021.

1. Sediakan oximeter

Oximeter berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen dalam tubuh sehingga pasien Covid-19 bisa waspada ketika memiliki saturasi oksigen di bawah 95.

2. Gunakan cairan pembilas hidung.

Cairan pembilas hidung berfungsi untuk membersihkan dan melancarkan saluran pernapasan.

Dia menganjurkan untuk melakukan pembilasan hidung selama tiga kali dalam satu hari.

3. Berkumur dengan obat kumur antiseptik

Sama seperti pembilasan hidung, dirinya juga menganjurkan untuk menggunakan obat kumur selama tiga kali dalam satu hari.

Hal tersebut berguna untuk membersihkan bakteri dan virus yang ada di rongga mulut tenggorokan.

4. Latihan pernapasan secara berkala

Ada banyak model latihan pernapasan yang bisa dilakukan pasien Covid-19 selama masa isolasi mandiri.

Latihan pernapasan berguna untuk menjaga dan meningkatkan fungsi paru.

dr Astri memberikan contoh latihan pernapasan yang bisa dilakukan pasien Covid-19.

Teknik tersebut digunakan menggunakan alat bantu sedotan dan gelar berisi air yang diberi cairan antiseptik.

Caranya, tarik napas dan buang napas melalui sedotan yang ditaruh di dalam gelas hingga udara di dalam paru terasa habis.

"Dengan mengeluarkan napas panjang itu akan membantu mengeluarkan udata kotor dari paru Anda," ujarnya.

5. Kondisikan tidur dengan posisi tengkurap sesering mungkin.

Lakukan posisi tidur tengkurap dengan menggunakan bantal yang menopang bagian dada dan wajah.

Karena dalam keadaan tengkurap pertukaran oksigen di dalam paru menjadi lebih lancar.

6. Tetap konsumi obat dan vitamin sesuai anjuran dokter

Dia menganjurknan utnuk mengkonsumsi vitamin C, vitamin D, dan zinc sesuai anjuran dokter.

Jika kondisi kesehatan semakin memburuk segera cari pertolongan kesehatan.

"Yang harus Anda Ingat setelah sembuh dari Covid-19 Anda tetap bisa terinfeksi kembali, patuhi protokol kesehatan dan jalani pola hidup sehat," jelasnya.

Kenali Tanda Kondisi Pasien Covid-19 Memburuk saat Isoman, Segera Bawa ke Rumah Sakit

Saat melakukan Isoman, kondisi pasien wajib benar-benar diperhatikan      

Terdapat sejumlah prosedur yang harus diperhatikan, baik sebelum maupun saat menjalani isolasi mandiri.

Dilansir dari Covid19.go.id, berikut adalah prosedur isolasi mandiri di rumah yang benar dan harus dilakukan oleh setiap pasien Covid-19.

Baca juga: Kisah Personel Polisi Berpangkat Brigpol yang Relakan Rumahnya Jadi Tempat Isoman 12 Santri

Persiapan isolasi mandiri

Baca juga: Dampaknya Bisa Fatal, Inilah 5 Kriteria Pasien Covid-19 yang Dilarang Jalani Isolasi Mandiri

1. Menyiapkan stok obat-obatan dasar seperti vitamin atau obat lain yang sesuai dengan anjuran dokter

2. Mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar, seperti alat pengukur suhu badan dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen

3. Mempersiapkan masker dan cairan disinfektan yang terbuat dari air dan sabun

4. Menyiapkan ruagan terpisah yang tidak diakses oleh anggota keluarga lain

5. Menyiapkan daftar kontak orang terdekat atau terpercaya maupun hotline penting untuk kebutuhan darurat.

Saat isolasi mandiri

1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin olahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan selalu mencuci tangan

2. Pendamping pasien harus mengelola sampah dan limbah harian secara hati-hati, minimal memakai alat pelindung diri (APD)

3. Melakukan disinfeksi secara rutin, terutama pada alat-alat yang paling sering disentuh

4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik

5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas, dan saturasi oksigen

6. Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan tambahan 3 hari untuk pasien Covid-19 bergejala ringan

7. Jika kondisi memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat

8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat.

Baca juga: Tak Tinggal Diam Ditegur Luhut Soal Penanganan Covid-19 di Solo, Gibran: Kita Tidak Tolak Pasien

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyarankan agar pasien Covid-19 melakukan pencatatan mandiri terkait perkembangan setiap gejala dan kondisi tubuh yang dirasakan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pencatatan yang akurat oleh petugas puskesmas yang mengawasi.

Jika terjadi kondisi yang memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat.

Adapun tanda-tanda pasien Covid-19 memburuk saat isolasi mandiri adalah demam, batuk sesak napas, dan napas cepat dengan frekuensi lebih dari 30 kali per menit.

“Pastikan protokol kesehatan saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat menggunakan ambulans milik pemerintah setempat dengan petugas yang mengenakan APD secara lengkap,” ujar Prof. Wiku.

Pasien Covid-19 dengan gejala yang memburuk harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dari fasilitas kesehatan untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Batas aman saturasi oksigen

Lonjakan kasus Covid-19 terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan pasien Virus Corona tanpa gejala atau gejala ringan dianjurkan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Saat melakukan isoman satu hal yang patut diperhatikan adalah kondisi saturasi oksigen dalam tubuh.

Pasien Covid-19 dianjurkan memeriksan kondisi saturasi oksigen dalam tubuh secara rutin.

Bagi seorang yang menjalani isolasi mandiri di rumah, melakukan pengecekan saturasi oksigen sangat penting untuk dilakukan.

Pengecekan kadar oksigen dalam tubuh penting dilakukan, sehingga apabila saturasi rendah bisa segera dilakukan tindakan medis lebih lanjut.

Melansir Tribunnews dalam artikel berjudul  Penting! Berikut Kadar Saturasi Oksigen Normal dan Tips Meningkatkannya  untuk mengetahui tingkat saturasi oksigen dalam tubuh, bisa menggunakan alat Oximeter.

Alat ini memiliki ukuran kecil dan juga biasa digunakan di rumah sakit untuk mengetahui tingkat saturasi oksigen pasien.

Caranya cukup mudah, yakni hanya dengan dengan menempelkan atau menjepit ujung jari pada alat Oximeter.

Tujuan pemeriksaan menggunakan oximeter tak lain untuk memeriksa seberapa baik jantung memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Anggota DPR RI Positif Covid-19 Dapat Fasilitas Isoman di Hotel Bintang 3, Gratis Dibiayai Negara

Lantas berapa kadar saturasi oksigen yang normal?

Menurut Kemenkes, level saturasi oksigen yang normal berkisar antara 95 – 100 %, berikut detailnya:

95-100 %: Dalam kondisi Baik

93-94 %: Perlu Berbaring untuk meningkatkan kadar Oksigen

Kurang dari 92 %: Perlu ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan dokter

Kurang dari 80 %: Perlu menggunakan ventilator (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved