Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Rencana Pemekaran Muara Kaman Sempat Mandek, Kades Bunga Jadi Minta Jangan Ada Kepentingan Politik

Rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak terlepas dari perjuangan panjang para penggagas di wilayah setempat

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Suasana Rapat Dengar Pendapat terkait rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman di Gedung DPRD Kukar, Senin (2/8/2021) kemarin. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak terlepas dari perjuangan panjang para penggagas di wilayah setempat.

Sejak awal digagas sekitar tahun 1997 silam sampai pada tahun 1999 rencana pemekaran itu sudah dibuatkan peraturan daerahnya (Perda), yakni Perda Nomor 18 Tahun 1999 tentang pemekaran Kecamatan Muara Kaman.

Hingga saat ini pemekaran tersebut belum terealisasi, bahkan sempat terhenti oleh beberapa kendala yang dihadapi.

Salah satu penggagas pemekaran yang juga Kepala Desa Bunga Jadi Kecamatan Muara Kaman, Ismet menerangkan, dalam proses perjalanan pemekaran tersebut, dirinya tidak menutup mata adanya beberapa kendala yang membuat proses pemekaran tersebut tidak berjalan lancar.

“Kendalanya itu, kita tidak tutup mata bahwa saat ini banyak kepentingan-kepentingan politik sehingga proses itu tidak berjalan,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Rencana Pemekaran Samarinda Seberang, DPRD Kaltim Yakin Berdampak ke Perekonomian dan Pembangunan

Bahkan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan pada Senin (2/8/2021) kemarin di ruang Banmus Kantor DPRD Kukar bersama komisi I DPRD Kukar dan pihak kecamatan serta instansi terkait, secara tegas dia menyampaikan, pada proses kali ini jangan ada kepentingan politik lagi.

“Karena masyarakat berharap betul untuk segera mekar di Kecamatan Muara Kaman ini,” ucapnya tegas.

Ismet menjelaskan, rata-rata satu desa di Kecamatan Muara Kaman memiliki sekitar seribu KK dengan jumlah jiwa sekitar 4 ribu lebih.

“Tapi ada desa yang mungkin sedikit lebih kecil, namun dari 10 desa ada 6 desa yang besar dan jumlah penduduknya banyak,” bebernya.

Dia menambahkan, alasan ingin dimekarkan Kecamatan Muara Kaman tersebut karena masyarakat ingin adanya pemerataan pembangunan, baik dari segi infrastruktur hingga ekonomi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved