Breaking News:

Kesehatan

Ternyata Ibu Hamil dalam Kondisi ini Tidak Boleh Diberikan Vaksinasi Covid-19

Ternyata ibu hamil dalam Kondisi ini Tidak Boleh Diberikan vaksinasi Covid-19

Editor: Nur Pratama
Kompas.com/NataliaDeriabina
Ilustrasi ibu hamil 

TRIBUNKALTIM.CO - Ternyata ibu hamil dalam Kondisi ini Tidak Boleh Diberikan vaksinasi Covid-19

Kabar baik bagi para ibu hamil di seluruh penjuru Tanah Air.

Berdasarkan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021, pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dengan prioritas pada daerah risiko tinggi dimulai sejak Senin (2/8/2021). 

"Dengan mempertimbangkan semakin tingginya jumlah ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 dan tingginya risiko bagi ibu hamil apabila terinfeksi Covid-19 menjadi berat dan berdampak pada kehamilan dan bayinya, maka diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil," tulis dalam keterangan resmi tersebut.

Upaya pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil tersebut juga telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Adapun syarat ibu hamil menjalani vaksin Covid-19, yaitu suhu tubuh kurang dari 37.5 derajat Celcius, Tekanan darah <140/90 mmHg, dan usia kandungan lebih dari 13 minggu.

Baca juga: Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Baik untuk Jantung

Baca juga: STOP Minum Air Es, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan Tubuh Anda, Bisa Membuat Radang Tenggorokan

 
Sementara itu, ibu hamil dengan beberapa kondisi ini tidak boleh diberikan vaksinasi Covid-19, yaitu:

- Mengalami keluhan dan tanda preeklamsia, seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur.

- Memiliki riwayat alergi berat, seperti sesak napas, bengkak, dan urtikaria (biduran) diseluruh badan.

- Memiliki penyakit penyerta (komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, atau penyakit hati.

- Mengidap penyakit autoimun seperti Lupus.

- Sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan menerima produk darah (transfusi).

- Menerima pengobatan immunosupressant, seperti kortikosteroid dan kemoterapi

- Mengalami infeksi Covid-19 selama kurang dari 3 bulan.

Terlepas dari itu, merek vaksin Covid-19 yang digunakan pada program vaksinasi ibu hamil berbeda dengan merek yang digunakan masyarakat umum.

Vaksin Covid-19 yang dapat digunakan untuk ibu hamil ini adalah vaksin platform mRNA Pfizer dan Moderna, dan vaksin platform inactivated Sinovac, sesuai ketersediaan.

Pemberian vaksin dosis pertama dimulai pada trimester kedua kehamilan, dan untuk pemberian vaksin dosis kedua dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin.

Terlepas dari itu, bagi ibu hamil yang ingin mendapatkan vaksinasi Covid-19 ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau spesialis kandungan.

Penuhi 5 Syarat Vaksinasinya

Indonesia tampaknya benar-benar menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh masyarakatnya demi mencapai herd immunity.

Setelah vaksinasi untuk anak-anak usia 12-17 tahun, kini pemerintah akan memberikan vaksin Covid-19 pada ibu hamil.

Perkumpulan Obstertri dan Ginekologi Indonesia (POGI) merekomendasikan pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil.

Rekomendasi itu dikeluarkan mengingat ibu hamil dapat mengalami keadaan keadaan yang lebih berat ketika terpapar Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil akan dilaksanakan pada Agustus 2021.

Lantas, apa syarat vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil?

Adapun vaksin Covid-19 untuk ibu hamil yang dipergunakan yaitu Moderna dan Pfizer.

Diketahui, vaksin Moderna yang memiliki efikasi 94 persen sudah mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan rencananya akan masuk ke Indonesia pada Juli ini.

Peneliti di Massachusetts General Hospital, Brigham and Women's Hospital and The Ragon Institute of MGH, MIT dan Harvard telah melakukan penelitian terkait vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil.

"Vaksin ini (Pfizer dan Moderna) tampaknya bekerja sangat efektif pada wanita-wanita ini," kata salah satu peneliti, Galit Alter yang juga profesor kedokteran di Ragon Institute.

Tim peneliti juga menemukan, wanita hamil yang divaksin Covid-19 Pfizer Moderna, menurunkan antibodi pelindung ke bayi yang baru lahir.

Adapun antibodi dari vaksin yang berbasis mRNA itu diamati dan diukur dari ASI (air susu ibu) dan plasenta.

"Hampir semua ibu mendapatkan tingkat antibodi yang cukup untuk bayi mereka," kata Alter.

Jenis antibodi khusus ini dapat ditransfer lebih efisien ke bayi, untuk jangka waktu yang lebih lama.

Ada beberapa alasan untuk berpikir bahwa memiliki tingkat kekebalan IgA yang lebih tinggi mungkin lebih melindungi," kata Alter.

Berdasarkan hasil penelusuran GridHEALTH.id, beberapa fasilitas kesehatan di Jawa Tengah akan menggelar vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil dalam waktu dekat.

Adapun syarat pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil, yaitu:

1. Ibu hamil yang berisiko tinggi, yakni berusia lebih dari 35 tahun.

2. Ibu memiliki Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh di atas 40, dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes.

3. Ibu hamil yang berisiko terpapar Covid-19, terutama yang bekerja sebagai tenaga kesehatan.

4. Ibu hamil dengan risiko rendah terpapar Covid-19 juga bisa mendapat vaksin. Ibu diperbolehkan menerima vaksinasi usai mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan dan memilih bersedia divaksinasi Covid-19.

5. Sasaran pemberian vaksin Covid-19 pada ibu hamil dengan usia kandungan 14-33 minggu atau usia kandungan 14 minggu per 1 Agustus, atau 33 minggu per 31 Agustus 2021.

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul 7 Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Boleh Divaksin Covid-19, Idap Penyakit Tertentu hingga Usia Kandungan, 

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved