Virus Corona di Berau
Anak-anak Terpapar Covid-19 di Berau Mayoritas Berasal dari Kawasan Klaster Keluarga
Dinas Kesehatan Berau, mencatat, banyak pasien Covid-19 usia di bawah umur 18 tahun. Sedangkan untuk anak di bawah 12 tahun tak begitu banyak terpapar
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Penularan Covid-19 pada anak memang banyak berasal dari klaster keluarga.
Dinas Kesehatan Berau, mencatat, banyak pasien Covid-19 usia di bawah umur 18 tahun. Sedangkan untuk anak di bawah 12 tahun tidak begitu banyak terpapar.
“Datanya tersedia, tapi masih harus dipilah kembali. Anak-anak di atas 15 tahun juga lumayan banyak, mungkin karena pemantauan kurang dan lebih suka beraktivitas di luar,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, Kamis, (5/8/2021).
Ia melanjutkan, antisipasi awal agar anak-anak tidak tertular, jika lingkungan sekitar tertular, baik untuk orangtua, harus segera minimal menggunakan masker. Menjauh dari lingkungan anak.
“Ya jangan sampai terlambat, jangan tidak dipedulikan dan akhirnya anak ikut menjadi korban. Jika ada gejala sudah batuk pilek, jangan beranggapan baik-baik saja,” tegasnya.
Baca juga: Wabup Berau Sayangkan Perilaku Pengusiran Pasien Isoman di Indekos, Kinerja Satgas akan Dievaluasi
Iswahyudi melanjutkan dari segi kesehatan anak-anak tidak rentan kena, melainkan orang dewasa yang memiliki banyak aktivitas.
Kendati begitu, tidak menutup kemungkinan anak-anak juga rentan kena dan turun imun. Serta adanya gejala berat.
"Ada beberapa faktor, karena anak-anak tidak memiliki pikiran macam-macam. Itu yang membuat imunnya tinggi. Sedangkan kita yang dewasa, lebih rentan memikirkan hal yang macam-macam," tuturnya.
Dia menambahkan, terkait dengan vaksinasi untuk anak, pihaknya belum menerima arahan untuk memberi vaksin kepada anak yang berusia di bawah 12 tahun. Tetapi vaksin anak di atas 12 tahun saat ini sudah berjalan.
"Untuk sekarang, vaksinnya yang belum ada. Kami lebih selektif dalam memilih, misal ada anak yang sekolah atau masuk pesantren itu yang kami dahulukan. Jumlahnya baru 24 anak berusia 12-17 tahun yang kami vaksin,” tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anak-anak-isoman.jpg)