Breaking News:

Polemik SMAN 10 Samarinda

Ingatkan Ancaman Virus Varian Delta, Walikota Andi Harun Sayangkan Aksi Demo SMAN 10 Samarinda

Ratusan siswa SMA Negeri 10 Samarinda kembali melakukan aksi demo di lapangan Yayasan Melati Kalimantan Timur, di Jalan HM. Rifaddin, Loa Janan Ilir,

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Ratusan siswa SMAN 10 Samarinda menggelar demo di Lapangan Yayasan Melati Kaltim untuk menolak pemindahan gedung sekolah mereka dari Kampus A ke Kampus B yang berada di Jalan Perjuangan Samarinda, Rabu (4/8/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan siswa SMA Negeri 10 Samarinda kembali melakukan aksi demo di lapangan Yayasan Melati Kalimantan Timur, di Jalan HM. Rifaddin, Loa Janan Ilir, Samarinda, Rabu (4/8/2021) kemarin pagi.

Sekitar pukul 14.00 WITA, siswa terdiri kelas 2 dan 3 bergeser ke gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur dengan harapan bisa mendapatkan titik terang langkah mereka ke depannya, meski akhirnya kemudian mereka membubarkan diri pada pukul 15.30 WITA.

Dari informasi yang dihimpun TribunKaltim.co, ratusan siswa lengkap dengan Pakaian Dinas Harian (PDH) tersebut menolak pemindahan gedung sekolah mereka ke Kampus B yang berada di Jalan Perjuangan Samarinda.

Meski mengundang simpatik dari mahasiswa, guru dan warga sekitar, Walikota Samarinda sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Samarinda, Andi Harun mengatakan, seharusnya demo tersebut tidak boleh dilaksanakan.

Karena, lanjutnya, dari data Dinas Kesehatan Kota Samarinda Varian Delta Covid saat ini sudah efektif menyerang usia 50 tahun ke bawah, yaitu usia 0-18 tahun.

Baca juga: Aspirasi Tak Direspons Pemerintah, Mahasiswa Tetap Kawal Permasalahan SMAN 10 Samarinda

"Jadi harus hati-hati. Saya mengimbau kepada para orangtua siswa untuk hati-hati dan memonitor kegiatan siswa kita, apalagi menimbulkan kerumunan," ucapnya kepada media.

Ia menyarankan kepada pihak yang menurunkan para siswa tersebut untuk berdemo agar bisa mengendalikan diri dan tidak melibatkan anak-anak sekolah.

"Karena sangat berisiko," ucapnya tegas.

Ditanya sanksi atas aksi demo tersebut, Andi Harun mengaku belum bisa berkomentar karena pihaknya harus lebih dulu memeriksa kondisi yang sebenarnya.

"Nanti akan kami cek dulu," kata Andi Harun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved