Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Perdana di Kalimantan Timur, 13 Ton Damar Batu dan Rempah Diekspor ke Bangladesh

Kegiatan ekspor terus digenjot demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kegiatan ekspor terus digenjot demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Salah satu komoditas yang di ekspor ialah rempah-rempah dari Kalimantan Timur dan produk Damar Batu.

Kedua komoditas itu dilepas ke Bangladesh demi mendukung program Direct Call melalui Kaltim Karingau Terminal.

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim, Abdullah Umar mengatakan, ekspor ini merupakan yang perdana dari Kaltim.

"Kami mengumpulkan rempah-rempah tersebut dari beberapa daerah di Kaltim. Kami juga mengirim produk long papper," ujarnya, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Four Point Balikpapan Tawarkan Arabian Food, Datangkan Rempah Langsung dari Timur Tengah

Komoditas yang diekspor hari ini dimuat menggunakan satu kontainer berukuran 20 feed dengan total berat 13 Ton. Rincinya, 10 ton damar batu, 1 ton rempah kemukus, sisanya merupakan long papper atau cabai jamu yang didatangkan khusus dari Madura.

Sementara itu, produk Damar Batu merupakan komoditas asli Kalimantan. Banyak didaptkan di Sepaku, Nunukan, dan Berau. Hanya saja, komoditas Damar Batu diakui belum terekspos. Sehingga banyak masyarakat berpikir komoditas tersebut belum memiliki manfaat.

Padahal, produk damar batu tersebut nantinya bisa menjadi bahan baku cat, permis, semir sepatu, dan lainnya. "Saya ngumpulin Damar Batu sampai dua tahun. Belum terekspos karena memang nilainya kalah dari harga tambang," kata Abdullah Umar.

Kegiatan ekspor yang dilakukan pihaknya memang telah berjalan sejak tahun 2016. Hanya saja dilakukan melalui Surabaya. Namun, sekarang bisa direct ke luar negeri melalui Balikpapan. Sehingga KPI bisa memanfaatkannya dan mendukung program direct call di Kalimantan Timur.

"Yang jelas ini salah satu upaya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan ekspor di Kaltim," terangnya.

Baca juga: Tingkatkan Nilai Ekspor, Menko Airlangga Fasilitasi Pelaku UMKM

Adapun cara yang akan ditempuh untuk menjaga kontiniuitas ekspor di Kaltim ialah dengan melakukan koordinasi. Yakni bekerjasama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan UMKM untuk mensosialisasikan produk unggulan.

Kemudian, melalui komunitas pengusaha muslim, pihaknya akan menciptakan pasar ekspor baru dengan memulai pelatihan. "Saat ini kita tengah mencoba buat produk turunannya," tutup Abdullah Umar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved