Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Berita Paser Terkini

Stok Darah Kosong, Ketua PMI Paser Inginkan Partisipasi Masyarakat Meningkat

Ketersedian stok darah di UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Paser mengalami kekosongan.

Penulis: Syaifullah Ibrahim |
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Ketua Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Paser dr. Hadi Wijaya. Ia mengatakan, ketersedian stok darah di UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Paser mengalami kekosongan. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Ketersedian stok darah di UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Paser mengalami kekosongan.

Hal itu disampaikan Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Paser, dr. Ahmad Hadiwijaya, yang menilai tingkat partisipasi masyarakat untuk donor darah di Kabupaten Paser masih minim.

Sementara kebutuhan darah di Kabupaten Paser kian hari makin meningkat di masa Pandemi Covid-19.

"Partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi untuk melakukan donor darah," kata dr. Ahmad Hadiwijaya yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paser saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/8/2021)

Maka itu, ia mengajak masyarakat di Kabupaten Paser agar meningkatkan partisipasinya agar ketersediaan stok darah tetap terjaga.

Baca juga: Sambut HUT Ke-63, Kodam VI/Mulawarman Gelar Donor Darah di Balikpapan

Begitupun dengan pendonor plasma konvalesen yang masih minim, sehingga ketersediaan stok darah juga mengalami kekosongan.

Hal yang dilakukan pihak PMI Paser untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan gencar mengajak maupun melakukan imbauan di berbagai jejaring sosial.

"Untuk saat ini kami hanya melakukan himbauan dan ajakan melalui sosial media, di samping kerja sama dengan komunitas yang rutin melakukan donor darah," jelas Ahmad Hadiwijaya.

Hal itu dibenarkan oleh Dona, Pelaksana Teknis UDD PMI Paser, dimana saat ini stok darah yang ada saat ini sudah tidak ada.

"Ada kantong untuk golongan darah B 3 kantong, dan 2 kantong golangan darah O, tapi itu sudah punya orang yang merupakan dari keluarganya yang mendonorkan darahnya," tutur Dona.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembatasan jam operasional, dimulai dari jam 08.00-16.00 WITA, mengingat banyaknya tenaga Kesehatan di UDD PMI Paser yang sementara menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).

"Banyak tenaga kesehatan yang Isoman, sehingga kita berlakukan pembatasan jam kerja, semoga hari Senin sudah normal kembali," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved