Virus Corona di Balikpapan
Pemkot Balikpapan akan Siapkan Kapal, jadi Lokasi Isolasi Apung Pasien Covid-19
Pemerintah Kota Balikpapan berencana menggunakan kapal sebagai tempat isolasi apung tersentralistik.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan berencana menggunakan kapal sebagai tempat isolasi apung tersentralistik.
Walikota Balikpapan Rahmad Masud akan membahas hal tersebut dengan Kementerian Kesehatan hari ini, Jumat (6/8/2021).
"Siang ini saya ada rapat dengan Kemenkes untuk membahas rencana persiapan kapal," ujarnya kepada TribunKaltim.co.
Rencana menjadikan kapal sebagai tempat isolasi tersentralistik apung bagi pasien Covid-19 dilakukan seperti Kota Makassar.
Baca juga: Vaksinasi Massal di BSCC Dome Balikpapan, TNI Polri Gelontorkan 3600 Dosis Sinovac
Nantinya, kapal yang akan digunakan menggunakan kapal milik PT. Pelni yang tengah berlabuh di Pelabuhan Semayang.
Apabila rencana tersebut disetujui, maka tempat isolasi apung itu bisa menampung mulai 250, 500, bahkan hingga 1000 kapasitas. "Tergantung, kita akan minta dengan kapasitas terbanyak," kata Rahmad Masud.
Sementara itu, berkaitan dengan tenaga kesehatan yang akan bertugas disediakan oleh pemerintah Kota Balikpapan.
Namun, untuk obat penanganan Covid-19, tempat tidur, dan kapal akan dikordinasikan melalui Kementrian Kesehatan.
Baca juga: Demografi Kalimantan Timur jadi Tantangan dalam Tracing Covid-19
"Saya sarankan kalau ada warga yang isoman bisa menggunakan fasilitas itu. Sekaligus hitung-hitung piknik," tutur Rahmad Masud.
Rencana menjadikan kapal sebagai salah satu tempat isolasi tersentralistik dilakukan guna menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Kendati demikian, Walikota Balikpapan Rahmad Masud masih akan melihat terlebih dahulu urgensinya.
"Setidaknya kita mengantisipasi kalau jumlah tempat isolasi kurang. Maka kita minta kapal untuk jadi tempat isolasi. Target secepatnya," tandas Walikota Rahmad Masud. (*)