Breaking News:

Virus Corona

Peneliti Australia ungkap Potensi Habbatussauda Sebagai Obat Covid-19

Selama ini habbatussauda sudah dikenal bisa diapakai mengobati berbagai penyakit. Seperti tekanan darah tinggi atau diabetes 

Editor: Januar Alamijaya
Pixabay
Ilustrasi habbatussauda atau jintan hitam, peneliti Australia menemukan potensi habbatussauda sebagai obat Covid-19 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah studi yang dilakukan penelliti Australia menemukan manfaat tersembunyi dari habbatussauda atau jintan hitam.

Habbatussauda dianggap punya potensi sebagai obat dari Covid-19 di masa depan.

Selama ini habbatussauda sudah dikenal bisa diapakai mengobati berbagai penyakit.

Seperti tekanan darah tinggi atau diabetes 

Para peneliti dari University of Technology Sydney (UTS), Australia mengungkap potensi penggunaan habbatussauda atau jintan hitam sebagai obat Covid-19 di masa depan.

Baca juga: Antibodi Vaksin Sinovac Punya Nilai Tinggi Lawan Covid-19, Tapi Turun Setelah 6 Bulan, Benarkah?

Dilansir dalam laman resmi UTS, uts.edu.au, yang tayang pada Senin (2/8/2021) disebutkan bahwa ulasan penelitian di Australia telah menemukan bahwa itu berpotensi digunakan untuk mengobati Covid-19.

“Ada semakin banyak bukti dari studi pemodelan bahwa thymoquinone, bahan aktif Nigella Sativa (nama latin habbatussauda), lebih dikenal sebagai Bunga Adas, dapat menempel pada protein lonjakan virus Covid-19 dan menghentikan virus menyebabkan infeksi paru-paru," kata Profesor Kaneez Fatima Shad, penulis utama artikel penelitian tersebut, sebagimana dilansir dari TribunWow dalam artikel berjudul Coba saat Isolasi Mandiri, Peneliti Australia Ungkap Potensi Habbatussauda untuk Obat Covid-19 

Disebutkan penelitian yang dilakukan peneliti UTS itu juga baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal bergengsi, Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology.

Thymoquinone telah dipelajari secara ekstensif di laboratorium dan telah diteliti pada hewan.

Studi-studi ini telah menunjukkan bahwa thymoquinone dapat memoderasi sistem kekebalan kita dengan cara yang baik, dengan mencegah pelepasan bahan kimia pro-inflamasi seperti interleukin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved