Breaking News:

Pernik

Sambut HIMAS 2021, Thresia Hosanna Koleksi Kerajinan Khas Dayak, Kenakan Baju Adat di Setiap Acara

Sambut HIMAS 2021, Thresia Hosanna Koleksi Kerajinan Khas Dayak, Kenakan Baju Adat di Setiap Acara

Penulis: Nevrianto | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Sambut HIMAS 2021, Thresia Hosanna koleksi kerajinan khas Dayak, kenakan baju adat di setiap acara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sambut HIMAS 2021, Thresia Hosanna koleksi kerajinan khas Dayak, kenakan baju adat di setiap acara.

Budaya merupakan rasa cipta karsa yang tertuang dalam karya. Kita bersyukur di Nusantara khususnya di Kalimantan Timur memiliki budaya, khas dengan sejumlah pernak-perniknya.

Keindahan seni Suku Dayak menggerakkan nurani Thresia Hosanna untuk mengoleksi pernak-pernik khas Dayak yang unik.

Lebih dari 50 jenis ia koleksi di antaranya baju adat dengan corak Khas Dayak Kenyah, Dayak Kalteng yang berciri warna merah, Dayak Tunjung, Dayak Benuaq.

Di baju-baju adat tersebut berhias manik-manik khas Dayak.

Kerajinan dan pernak-pernik Dayak milik Thresia Hosanna, pegiat seni dan budaya di Samarinda, Kaltim.
Kerajinan dan pernak-pernik Dayak milik Thresia Hosanna, pegiat seni dan budaya di Samarinda, Kaltim. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Aksesori lainnya seperti kalung, anting, dan gelang. Selain itu kaset dan CD yang berisi lagu dan musik Dayak.

Menurut Thresia, ia sudah lama menyukai pernak-pernik khas Dayak. Saban ada kegiatan, Thresia kerap memakai busana adat Dayak, misalnya pertemuan organisasi majelis Adat Dayak Nasional, kegiatan di Samarinda, atau beberapa daerah di Kaltim.

“Baju Dayak satu stel dengan rok, bisa juga dipadu dengan kain sejenis selendang. Saya juga memodifikasi baju adat Dayak misalnya Dayak Benuaq,” tutur wanita yang pernah merantau ikut suaminya menjalankan usaha di Jakarta dan Surabaya selama 15 tahun dan kini kembali ke Bumi Etam. Ia bermukim di kawasan Perumahan Pondok Surya Indah Sempaja Samarinda Utara.

Kerajinan dan pernak-pernik Dayak milik Thresia Hosanna, pegiat seni dan budaya di Samarinda, Kaltim.
Kerajinan dan pernak-pernik Dayak milik Thresia Hosanna, pegiat seni dan budaya di Samarinda, Kaltim. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

“Kain ini saya beli dari perajin Samarinda dan Kutai Barat. Saya bersyukur punya kerajinan kain Sulam Tumpar khas Dayak Benuaq. Kain khas ukiran pakis Benuaq, ulap tumpar, ulap doyo, dan ulap manik. Saya juga biasa ke Sabah, Serawak mengenakan aneka macam selendang manik bisa disesuaikan dengan baju," lanjut ibu 4 anak ini.

Menurut Thresia Hosanna pertemuan adat atau organisasi kedaerahan, ia biasa berganti baju adat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved