Senin, 4 Mei 2026

Proyek Terowongan

Walikota Samarinda Andi Harun Tinjau Lokasi Proyek Terowongan, Petakan Pembebasan Lahan

Walikota Samarinda, Andi Harun, memimpin tinjauan lapangan ke lokasi rencana pembangunan terowongan di kawasan Bukit Selili.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Walikota Samarinda, Andi Harun, beserta jajaran pemkot meninjau langsung titik lokasi rencana proyek terowongan di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (10/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun, memimpin tinjauan lapangan ke lokasi rencana pembangunan terowongan di kawasan Bukit Selili.

Yakni sekitar RSJD Atma Husada, Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Sambutan, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (10/8/2021).

Walikota Andi Harun beserta rombongan dari kepala dinas terkait, serta camat dan lurah setempat menelusuri lokasi yang diproyeksi menjadi tempat dibangunnya terowongan tersebut dengan berjalan kaki.

Lokasi tersebut masih merupakan kawasan pemukiman warga, sehingga walikota juga sekaligus mempertimbangkan pembebasan lahan untuk realisasi pembangunan terowongan.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Tegaskan Gelaran HUT RI 17 Agustus Harus via Daring

Walikota Andi Harun mengatakan bahwa perencanaan pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap tersebut akan dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2021 ini.

"Kita melihat pemetaan terhadap lahan yang harus dibebaskan, ada di sektor sisi jalan Alimuddin nya, ada juga di sektor jalan Kakap nya," ujar Andi Harun saat dikonfirmasi di sela tinjauan.

Terkait luas lahan yang berencana dibebaskan, Walikota Andi Harun, mengungkapkan akan diukur dan dianalisa terlebih dahulu oleh tom teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Samarinda.

Pembebasan lahan disebutkan adalah untuk keperluan jalan akses gerbang keluar dan masuk terowongan yang rencananya akan terbentang sepanjang 550 meter membelah bukit Steling atau Bukit Selili tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS Walikota Samarinda Tinjau Lokasi Proyek Terowongan di Bukit Selili

Rombongan walikota juga meninjau sisi tembus dari proyek terowongan di jalan Sultan Alimuddin, depan SMP Negeri 9 Samarinda. Namun untuk titik pastinya, dikatakan akan ditinjau secara lebih detail oleh tim teknis.

"Ya untuk jalan akses masuknya di jalan Sultan Alimuddin, dan keluarnya di sekitar rumah sakit jiwa, kan masih ada beberapa rumah warga disitu, kita akan bebaskan, nanti juga akan ada dialog dengan warga setempat, kita akan berembug lah," beber walikota.

Kepala Dinas PUPR kota Samarinda, Hero Mardanus menyebutkan kegiatan pengukuran area lebih lanjut akan berlangsung selama seminggu kedepan.

"Tadi walikota ingin melihat titik nya dimana, nanti baru kita evaluasi kembali, sekarang sedang diukur topografi dan semacamnya oleh kita," terang Hero kepada tribunkaltim.co di saat tinjauan tersebut.

Rencana pembangunan terowongan yang diharapkan menjadi solusi permasalahan kemacetan dan rawannya kecelakaan di kawasan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandar Dinata ini, diperkirakan mencapai Rp 450 miliar, Pemkot Samarinda sendiri merencanakan pembangunan fisik dapat dieksekusi pada anggaran tahun 2022. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved