Kamis, 30 April 2026

Timnas Indonesia

Egy Maulana Vikri Diburu Waktu, Bursa Transfer Eropa Ditutup Agustus Ini

Pesepakbola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri diburu waktu, pasalnya bursa transfer tidak lama lagi akan segera tutup

Tayang:
TRIBUN JABAR
Egy Maulana Vikri (kiri) raih trofi keduanya bersama Lechia Gdansk. Kabar terbaru, Egy Maulana Vikri kini tengan diburu waktu, karena bursa transfer Eropa ditutup Agustus ini. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pesepakbola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri tengah diburu waktu, pasalnya bursa transfer tidak lama lagi akan segera tutup.

Egy Maulana Vikri, mantan pemain Lechia Gdansk ini hingga kini belum juga mengumumkan, maupun diumumkan oleh klub barunya.

Padahal, bursa transfer Eropa akan berakhir pada akhir bulan ini.

Jika tidak cepat, bukan tidak mungkin status Egy Maulana Vikri sebagai pemain tanpa klub bakal makin panjang.

Sejak 1 Juli 2021, Egy Maulana Vikri berstatus tanpa klub karena tidak diperpanjang kontraknya oleh Lechia Gdansk.

Baca juga: Kabar Terbaru Egy Maulana Vikri, Tinggal Menunggu Satu Hal Ini Sebelum Berangkat ke Eropa

Namun pemain kelahiran Medan tersebut belum juga mengumumkan klub barunya hingga saat ini.

Padahal Egy saat ini sedang diburu waktu mengingat tenggat bursa transfer untuk Eropa tidak lama lagi akan ditutup.

Egy Maulana Vikri sempat menyatakan jika ia ingin tetap melanjutkan karier di Eropa pada awal tahun lalu.

"Banyak yang tanya pernyataan seperti ini (apakah akan tetap di Eropa atau kembali ke Indonesia)," kata Egy dalam live instagram 10 Januari 2021.

"Sudah lama saya bilang kalau saya masih penasaran untuk sukses di Eropa."

Baca juga: Perjalanan Karier Egy Maulana Vikri Si Messi Indonesia, Bisa Main di Eropa Berkat Peran Besar Ayah

"Maju terus, jangan mundur. Kalau sudah maju masa mau mundur lagi?"

"Jangan menyerah, jalani terus dan kerja lebih keras lagi," tambahnya.

Dilansir BolaSport.com dari Transfermarkt, bursa transfer musim panas negara-negara Eropa rata-rata akan ditutup pada 31 Agustus 2021.

Egy Maulana Vikri (tengah) mengontrol bola di antara pemain Korea Selatan, pada laga babak kualifikasi AFC Cup U-19, 4 November 2017. Dan inilah perjalanan kerier Egy Maulana Vikri Si Messi Indonesia.
Egy Maulana Vikri (tengah) mengontrol bola di antara pemain Korea Selatan, pada laga babak kualifikasi AFC Cup U-19, 4 November 2017. Dan inilah perjalanan kerier Egy Maulana Vikri Si Messi Indonesia. (KIM DOO-HO / VISIONSTYLER PRESS / AFP)

Beberapa negara Eropa Timur seperti Rumania, Bulgaria, dan Ukraina memiliki tenggat transfer hingga 6 September 2021.

Sedangkan tenggat transfer Polandia, di mana Egy membela klub negara tersebut, Lechia Gdansk sebelumnya ada pada 1 September 2021.

Baca juga: Egy Maulana Vikri Berpeluang Main di Liga Italia, Gabung Klub yang Dikelola Perusahaan Indonesia

Sejauh ini, Egy dirumorkan akan bergabung klub Norwegia, FK Bodo/Glimt.

Namun kabar itu juga baru sebatas rumor.

Agen Egy Maulana Vikri, Dusan Bogdanovic memastikan jika kliennya itu sudah memiliki klub baru.

Dusan tak menyebut langsung klub baru Egy, ia hanya memastikan sang pemain bakal berangkat usai mendapatkan vaksin COVID-19 dosis kedua.

"Sabar saja," kata Dusan Bogdanovic pada pertengahan Juli 2021 lalu.

Baca juga: Rumor Transfer Egy Maulana Vikri, Berpeluang Main di Liga Italia atau Susul Asnawi ke Korea Selatan

"Egy Maulana Vikri masih menunggu vaksinasi tahap kedua."

"Mohon sabar karena kondisi juga masih pandemi Covid-19."

Lebih lanjut Dusan memastikan jika ia masih menunggu klub barunya untuk mengumumkan Egy terlebih dulu.

"Tentang tim barunya akan diumumkan dalam waktu dekat."

"Akan saya beri tahu," ungkapnya.

Profil Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri jadi salah satu pesepakbola muda tanah air yang meniti karier di luar negeri.

Bermain di Eropa bersama Lechia menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Egy.

Egy Maulana Vikri lahir di Medan pada 7 Juli 2000 dari pasangan Syarifuddin dan Aspiyah.

Baca juga: Egy Maulana Vikri Berpeluang Main di Liga Italia, Gabung Klub yang Dikelola Perusahaan Indonesia

Darah sepak bola dalam diri Egy "Si Messi Indonesia" mengalir dari sang ayah, Syarifuddin, yang juga merupakan mantan pemain.

Syarifuddin tercatat pernah bermain di klub lokal Medan, PS Tirtanadi, pada 1987.

PS Tirtanadi pada saat itu berlaga di kompetisi internal PSMS Medan.

Adapun, posisi Syarifuddin adalah seorang striker.

Egy mengakui bahwa ia belajar bermain sepak bola dari sang ayah.

Baca juga: Rumor Transfer Egy Maulana Vikri, Berpeluang Main di Liga Italia atau Susul Asnawi ke Korea Selatan

"Awalnya main bola itu dari orang tua karena orang tua mantan pemain sepak bola, jadi saya ikut. Terus kakak juga bermain sepak bola," ungkap Egy, dikutip dari BolaSport.com.

"Dari kecil sebelum bisa berjalan sudah suka memegang bola. Kadang diomeli orang tua karena main bola dari pagi sampai magrib (sore) tidak berhenti-berhenti," imbuhnya.

Egy menuturkan, ia dulu masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dilatih sang ayah yaitu SSB Tasbi hingga mengikuti kompetisi di Medan.

"Pertama langsung masuk SSB dilatih bapak juga karena bapak punya klub. Sebelum SSB, saya latihan di rumah, setelah itu masuk SSB di Medan. Di sana saya mengikuti beberapa kompetisi di Medan," tutur Egy.

Setelah belajar bermain sepak bola di SSB Tasbi dari 2005 hingga 2012, Egy Maulana Vikri kemudian masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan pada 2013.

Baca juga: Egy Maulana Vikri Angkat Bicara Soal Klub Barunya, Mengaku Masih Penasaran Sukses di Eropa

"Setelah itu di SKO Ragunan. Di SKO Ragunan itu dulu ada Pak Bagja (Subagja Suihan) dan coach Indra (Sjafri) yang pertama kali membawa saya ke Jakarta," ujar Egy.

Di SKO Ragunan, Egy harus menjalani seleksi dan latihan selama beberapa minggu sebelum akhirnya diterima.

Ia masuk SKO Ragunan pada 2013.

Pada tahun 2016, Egy mampu membawa Indonesia yang diwakili oleh ASIOP Apacinti juara Gothia Cup, di Swedia.

Bahkan, ia sukses menyabet gelar Pemain Terbaik.

Kemudian pada 2016, Egy sukses membawa Persab Brebes menjadi juara Piala Soeratin.

Pada kompetisi usia muda tersebut, Egy dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Pada 2017, Egy Maulana Vikri memperkuat timnas U-19 Indonesia berlaga di Turnamen Toulon.

Pada turnamen itu, Egy menerima penghargaan bergengsi Jouer Revelation Trophee yang juga pernah diraih oleh Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Baca juga: NEWS VIDEO Kabar Terbaru Egy Maulana Vikri, Akhirnya Dapat Klub Baru

Pada tahun yang sama, Egy menjadi top scorer Piala AFF U-19 dengan koleksi delapan gol bagi timnas U-19 Indonesia.

Egy Maulana Vikri kemudian mewujudkan mimpinya bermain di Eropa setelah ia direkrut oleh klub teratas Liga Polandia, Lechia Gdansk, pada Maret 2018.

"Saya sangat bangga bisa berada di sini. Ini bagai mimpi bagi saya bisa bermain di Eropa," kata Egy usai resmi menjadi pemain Lechia.

"Semoga saya bisa memberikan yang terbaik bagi tim ini. Semoga saya bisa sukses dengan tim ini," ucap Egy menambahkan.

Egy melakoni debut bersama tim utama Lechia Gdansk pada 22 Desember 2018 ketika ia menjadi pemain pengganti dalam laga kontra Gornik Zabrze.

Bersama Lechia Gdansk, Egy ikut merasakan gelar Piala Polandia dan Piala Super Polandia.

Pada pertandingan Piala Super Polandia 2019 melawan Piast Gliwice, Egy masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir laga.

Biodata Egy Maulana Vikri

- Nama lengkap: Egy Maulana Vikri

- Tempat, tanggal lahir: Medan, 7 Jui 2000

- Kewarganegaraan: Indonesia

- Tinggi badan: 168 cm

- Posisi: Gelandang serang/Sayap

- Kaki dominan: Kiri

- Karier klub:

* 2005-2012 - SSB Tasbi

* 2013-2018 - SKO Ragunan

* 2018-2021 - Lechia Gdansk

- Karier Timnas:

* 2014-2015 - Indonesia U-16

* 2017-2018 - Indonesia U-19

* 2017 - Indonesia U-23

* 2017-sekarang - Indonesia. (*)

Berita Seputar Timnas Indoensia

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved