Breaking News:

Gaya Hidup

HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK

HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK

Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Trinilo Umardini
HO/DOK PRIBADI
HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK 

"Bangga dan cinta tanah air akan terwujud ketika kita berupaya untuk memajukan bangsa melalui berbagai kontribusi yang kita lakukan," lanjutnya.

Meskipun saat ini kegiatan sekolah tidak lagi dilakukan seperti di tahun-tahun sebelumnya, tapi menurut Ade Putri Sarwendah hal ini tidak menjadi penghambat baginya untuk terus berperan aktif mengembangkan dunia pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Sebelum dan sesudah pandemi, terasa sekali perbedaannya apalagi berkaitan dengan perayaan kemerdekaan. Kalau dulu, euforia perayaan Hari Kemerdekaan itu terasa bahkan sebelum bulan Agustus. Kami pun rutin mengadakan kegiatan menghias lingkungan sekolah dan berbagai lomba menarik seperti kerapian kelas, balap karung, dan membaca Pancasila. Tapi memang dengan adanya pandemi ini, kita diminta untuk dapat menahan diri demi kesehatan anak-anak," kata Ade Putri Sarwendah.

Kendati demikian, menurut Ade justru inilah momen bagi segenap masyarakat Indonesia untuk berkontribusi dan menunjukan cinta akan Indonesia dengan berbagai inovasi yang dapat dilakukan. 

Tanamkan Cinta NKRI

Ade Putri Sarwendah, guru SLB di Balikpapan.
Ade Putri Sarwendah, guru SLB di Balikpapan. (HO/DOK PRIBADI)

Tentu bukan hal mudah untuk menanamkan rasa cinta dan bangga akan Indonesia pada ABK.

Menurut Ade Putri Sarwendah meskipun hal ini tidak mudah, namun ia sangat tertantang dan bersemangat setiap kali memiliki kesempatan untuk mengajarkan siswanya mengenai makna berbangsa dan bernegara.

"Cara yang kami lakukan adalah dengan membangun dari kebiasaan baik dan menanamkan nilai karakter lewat belajar pelajaran Pancasila. Memang metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan anak-anak ini. Namun yang terpenting adalah materi jangan sampai hanya diajarkan secara teori saja, tetapi juga dilakukan secara berulang-ulang di luar kelas," jelasnya.

Ade Putri Sarwendah menjelaskan, secara rutin ia dan guru-guru lain tetap memberikan pelajaran berkaitan dengan Pancasila dan PPKN meski secara daring.

"Kami pun mengajarkan bahwa upacara tidak hanya dilakukan setiap hari Senin saja, tetapi juga pada peringatan hari kebangsaan lainnya dan pola berpikir ini ditanamkan terus menerus agar meskipun mereka memiliki kekurangan, itu tidak menghalangi anak-anak ini untuk cinta pada negara. Bagaimana pun, mereka adalah penerus bangsa. Kita ingin mereka bisa berguna bagi nusa dan bangsa, terlepas dari apapun kondisi mereka saat ini," kata Ade. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved