Breaking News:

Gaya Hidup

HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK

HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK

Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Trinilo Umardini
HO/DOK PRIBADI
HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Isi Kemerdekaan, Ade Putri Sarwendah Wujudkan Pendidikan Layak untuk ABK.

Kemerdekaan Itu Ialah Hak Segala Bangsa adalah sebuah kalimat pernyataan sekaligus cita-cita agung Republik Indonesia yang akan diupayakan untuk tetap terwujud, tak peduli sebesar apapun aral melintang.

Penggalan kalimat dari teks UUD 1945 tersebut bagai pecut yang terus memacu segenap warga negara untuk berkontribusi dalam bidang apapun yang menjadi minat dan kemampuannya.

Ade Putri Sarwendah adalah satu di antaranya. Ade yang merupakan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) asal Balikpapan ini, telah berjanji setia untuk membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar mampu memahami arti kemerdekaan dan mencintai tanah air dengan segenap hati.

Bagi perempuan kelahiran tahun 1989 ini, kemerdekaan ialah mampu menjadi diri sendiri, dapat bermanfaat bagi orang lain, dan bisa menginspirasi siapapun melalui tindakan yang dilakukan.

Bergerak dari keyakinan itu, Ade Putri Sarwendah pun berjuang sekuat tenaga untuk menoreh berbagai prestasi yang dapat memotivasi dan meyakinkan orang lain untuk percaya bahwa siapa saja dapat melakukan hal serupa.

Dalam 3 tahun terakhir, Ade Putri Sarwendah menunjukkan kebolehannya dengan beberapa pencapaian seperti Juara 2 Simposium Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus tingkat Nasional 2018, Pelatihan Singkat untuk Guru SLB di Korea Selatan tahun 2019, Terbaik Kedua Tingkat Nasional Guru Dedikatif Inovatif jenjang SLB 2020, kepercayaan sebagai Duta Rumah Belajar Tingkat Nasional untuk provinsi Kalimantan Timur, serta penghargaan sebagai Warga Berprestasi Bidang Pendidikan 2021.

Ade Putri Sarwendah, guru SLB di Balikpapan.
Ade Putri Sarwendah, guru SLB di Balikpapan. (HO/DOK PRIBADI)

Bukan sebagai ajang gengsi atau bentuk pembuktian, peraihan tersebut digunakan Ade Putri Sarwendah sebagai bekal untuk mengajar murid-murid spesialnya di SLBN Balikpapan.

"Jika ditanya apa alasan saya tertarik di bidang pendidikan khusus, jujur saya tidak memiliki alasan apapun. Karena saya mempercayai bahwa level cinta paling tinggi tidak membutuhkan alasan pasti. Kemerdekaan yang direbut mati-matian oleh pejuang kita memberikan kesempatan bagi siapapun untuk hidup sejahtera, dalam hal ini menikmati pendidikan. Jika bukan kita, siapa lagi yang peduli pada anak-anak ini? Kalau kita tidak memberikan peluang bagi mereka untuk menikmati pendidikan, siapa lagi yang mau," kata Ade Putri Sarwendah.

Berkontribusi dalam pendidikan khusus ini juga diakui Ade merupakan bentuk kebanggaannya terlahir sebagai orang Indonesia.

"Bangga dan cinta tanah air akan terwujud ketika kita berupaya untuk memajukan bangsa melalui berbagai kontribusi yang kita lakukan," lanjutnya.

Meskipun saat ini kegiatan sekolah tidak lagi dilakukan seperti di tahun-tahun sebelumnya, tapi menurut Ade Putri Sarwendah hal ini tidak menjadi penghambat baginya untuk terus berperan aktif mengembangkan dunia pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Sebelum dan sesudah pandemi, terasa sekali perbedaannya apalagi berkaitan dengan perayaan kemerdekaan. Kalau dulu, euforia perayaan Hari Kemerdekaan itu terasa bahkan sebelum bulan Agustus. Kami pun rutin mengadakan kegiatan menghias lingkungan sekolah dan berbagai lomba menarik seperti kerapian kelas, balap karung, dan membaca Pancasila. Tapi memang dengan adanya pandemi ini, kita diminta untuk dapat menahan diri demi kesehatan anak-anak," kata Ade Putri Sarwendah.

Kendati demikian, menurut Ade justru inilah momen bagi segenap masyarakat Indonesia untuk berkontribusi dan menunjukan cinta akan Indonesia dengan berbagai inovasi yang dapat dilakukan. 

Tanamkan Cinta NKRI

Ade Putri Sarwendah, guru SLB di Balikpapan.
Ade Putri Sarwendah, guru SLB di Balikpapan. (HO/DOK PRIBADI)

Tentu bukan hal mudah untuk menanamkan rasa cinta dan bangga akan Indonesia pada ABK.

Menurut Ade Putri Sarwendah meskipun hal ini tidak mudah, namun ia sangat tertantang dan bersemangat setiap kali memiliki kesempatan untuk mengajarkan siswanya mengenai makna berbangsa dan bernegara.

"Cara yang kami lakukan adalah dengan membangun dari kebiasaan baik dan menanamkan nilai karakter lewat belajar pelajaran Pancasila. Memang metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan anak-anak ini. Namun yang terpenting adalah materi jangan sampai hanya diajarkan secara teori saja, tetapi juga dilakukan secara berulang-ulang di luar kelas," jelasnya.

Ade Putri Sarwendah menjelaskan, secara rutin ia dan guru-guru lain tetap memberikan pelajaran berkaitan dengan Pancasila dan PPKN meski secara daring.

"Kami pun mengajarkan bahwa upacara tidak hanya dilakukan setiap hari Senin saja, tetapi juga pada peringatan hari kebangsaan lainnya dan pola berpikir ini ditanamkan terus menerus agar meskipun mereka memiliki kekurangan, itu tidak menghalangi anak-anak ini untuk cinta pada negara. Bagaimana pun, mereka adalah penerus bangsa. Kita ingin mereka bisa berguna bagi nusa dan bangsa, terlepas dari apapun kondisi mereka saat ini," kata Ade. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved