Aplikasi
Cara Menyadap WhatsApp Pasangan Tanpa Perlu HP, Bisa Membongkar Perselingkuhan
Salah satu tips WhatsApp yang kini banyak dicari adalah cara menyadap WhatsApp pasangan.
TRIBUNKALTIM.CO - Aplikasi WhatsApp kini menjadi salah satu aplikasi paling populer di dunia.
WhatApp juga terus mengahadirkan sejumlah fitur-fitur menarik.
Termasuk beberapa tips bagi pengguna WhatsApp yang semakin dimudahkan akitivitasnya.
Salah satu tips WhatsApp yang kini banyak dicari adalah cara menyadap WhatsApp pasangan.
Hal tersebut dikarenakan belakangan ini, isu mengenai kehadiran pelakor maupun orang ketiga dalam sebuah hubungan membuat para pasangan kekasih sangat was-was.
Baca juga: Fitur WhatsApp Ini Akhirnya Hadir di Indonesia, Cek Archived Chats, Sembunyikan Obrolan Menganggu
Rasa cemburu buta pun membuat para pasangan kekasih tidak bisa tidur dengan tenang.
Namun, para pasangan kekasih bisa bernapas lega karena ada banyak cara mudah menyadap Whatsapp pasangan.
Dikutip Grid.id berikut beberapa cara mudah untuk menyadap Whatsapp pasangan:
Aplikasi WhatsApp Sniffer
Aplikasi ini dapat menyadap WhatApp pasangan tanpa perlu menggunakan hp pasangan seperti Cloneapp Messenger.
Tetapi, kamu hanya bisa menyadap target dari jarak dekat.
Aplikasi Cloneapp Messenger
1. Pertama, download aplikasi bernama Cloneapp Messenger di Google Play Store.
2. Kemudian install aplikasi dan bukalah setelah selesai.
3. Saat dibuka, akan muncul QR Code di aplikasi Cloneapp Messenger
4. Ambil ponsel pasangan lalu Scan QR Code tersebut menggunakan fitur WhatsApp Web
5. Setelah berhasil ter-scan, akan muncul obrolan chat milik pasangan di layar handphonemu
Kendati demikian, mudahnya cara menyadap Whatsapp ini juga memiliki efek berbahaya dalam hubungan.
Di samping itu, menyadap Whatsapp juga bisa disalah gunakan oleh beberapa oknum untuk melakukan kejahatan.
Oleh karena itu, perlu mengetahui cara agar akun Whatsapp anda tidak dengan mudah disadap oleh orang lain.
Dikutip Grid.ID melalui Tribun Bali, Selasa (10/8/2021), berikut cara mencegah peretas mengambil alih akun WhatsApp:
1. Jangan pernah membagikan kode WhatsApp enam digit Anda dengan siapa pun, termasuk orangtua, sahabat, atau saudara.
Sebab, tidak ada alasan yang sah untuk meminta kode yang dikirimkan WhatsApp kepada Anda melalui SMS, jadi jangan pernah berpikir untuk membagikannya.
2. Jika hal terburuk terjadi, maka pengatur PIN akan bertindak sebagai penghalang lain untuk menghentikan seseorang agar tidak dapat masuk ke akun Anda, hal itu mencegah peretasan/hal buruk terjadi pada Anda.
Bagaimana cara mengamankan akun WhatsApp?
Baca juga: WhatsApp Web dan Desktop Kini Bisa Edit Gambar, Ada 5 Pilihan Font dan 3 Layout Teks
Untuk proteksi ekstra, sebaiknya Anda mengaktifkan PIN yang terdiri dari enam digit. Caranya antara lain:
1. Buka WhatsApp dan ketuk ikon tiga titik yang terletak di kanan atas alayar
2. Tekan "Setelan", kemudian pilih "Akun", lalu pilih " Verifikasi dua langkah"
3. Tekan "Aktifkan", lalu pilih PIN enam digit Anda.
4. Selanjutnya, ada pilihan untuk menambahkan alamat email pengguna WhatsApp.
Adapun langkah ini tidak wajib dilakukan.
Namun, jika pengguna ingin menambahkan alamat email, maka tindakan ini dapat memungkinkan pengguna WhatsApp ketika proses pemulihan akun, semisal ia lupa PIN.
WhatsApp secara berkala akan meminta PIN Anda saat Anda menggunakannya agar pengguna tidak mudah melupakannya, tetapi disarankan agar pengguna WhatsApp memiliki cadangan.
Ciri-ciri WhatsApp telah disadap
Dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer UNS, Nurcahya Pradana Taufik Prakisya mengatakan, setidaknya ada 5 ciri WhatsApp atau WA sedang disadap orang lain, yakni:
1. Ada pesan terkirim tanpa diketahui
Ciri-ciri WhatsApp disadap orang lain yang pertama adalah adanya pesan terkirim tanpa diketahui.
Saat pengguna menyadari bahwa bukan dirinya yang membuat dan mengirim pesan tersebut, menurut Nurcahya, dapat dipastikan bahwa WA sedang dibajak orang lain.
2. Ada aplikasi asing terpasang di smartphone
Keberadaan aplikasi tidak dikenal yang terpasang di smartphone patut untuk diwaspadai.
Pasalnya, menurut Nurcahya, aplikasi asing itu bisa jadi adalah alat yang digunakan pelaku untuk membajak WhatsApp korban.
"Bisa jadi aplikasi ini adalah media yang digunakan oleh peretas untuk menyadap percakapan WhatsApp Anda," ungkapnya.
3. WhatsApp tiba-tiba logout
Saat WA keluar sendiri atau tiba-tiba logout dapat menjadi tanda bahwa aplikasi tersebut sedang dibajak dan telah dipindahkan ke perangkat lain.
Nurcahya menjelaskan, hal itu biasanya terjadi karena One Time Password (OTP) telah diberikan atau diketahui kepada pihak lain.
Dia pun menambahkan, satu akun WA hanya bisa digunakan di satu perangkat. Jika ingin dipindahkan, perlu memasukkan OTP yang dikirimkan ke nomor pengguna.
"Jika ada yang berusaha memasukkan nomor Anda ke dalam sebuah perangkat baru, dan memiliki akses ke nomor telepon akun Anda, maka sepenuhnya percakapan WhatsApp Anda akan berpindah ke perangkat baru yang dimiliki orang yang tidak bertanggung jawab tersebut," terangnya.
4. Terdapat riwayat WhatsApp Web di perangkat tidak dikenal
Penggunaan WhatsApp Web pada web browser akan meninggalkan jejak riwayat pada laman WA Web. Cara melihatnya, klik logo tiga titik di pojok kanan atas kemudian pilih WA Web.
"Akan muncul sebuah halaman riwayat penggunaan WhatsApp Web Anda," jelasnya.
Jika terdapat akses dari browser yang tidak dikenal, bisa jadi peretas menggunakan cara ini untuk menyadap WA korban.
5. Pesan terbaca padahal belum pernah dibuka
Jika pengguna WA belum membaca suatu pesan namun notifikasi pesan diterima sudah hilang, bisa jadi ada orang lain yang membajak WhatsApp-nya.
"Perhatikan secara seksama apakah itu terjadi hanya satu waktu atau berulang kali," kata Nurcahya.
Jika setiap pesan yang masuk telah dibaca padahal belum dibuka sama sekali, bisa jadi hal itu dilakukan oleh pembajak.
Namun, jika aplikasi whatsapp anda terlihat seperti ciri-ciri di atas, jmanda tidak perlu khawatir.
Baca juga: Ternyata Fitur Read di WhatsApp, Facebook Messenger dan iMessage Bisa Dimatikan, Ini Caranya
Dikutip Grid.ID nelalui Tribunjualbeli.com, Selasa (10/8/2021), Berikut ini adalah cara memperbaiki atau mengembalikan aplikasi Whatsapp kalian yang telah dibajak.
1. Seperti korban lain, temen gue emang share kode OTP ke hacker.
Well, gue sering bilang Panah ke kanan "kode OTP hanya kita dan Tuhan yang boleh tau"
2. Saat dia mau login lagi ke WAnya, udah ga bisa karna WA minta dia nunggu 12 jam. Ini adalah kebijakan WA.
Begitu pindah HP, ga bisa langsung login ke HP lain. So, hacker punya 12 jam untuk melakukan aksi.
3. Gue saranin dia untuk email ke support@whatsapp.com agar akun WA dinonaktifkan (deactivate) segera. Ini supaya hacker ga bisa pake juga.
4. Caranya tulis subject Sumber informasi "My WhatsApp Got Hacked" trus isi emailnya adalah Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke bawah
"Hi,
My WhatsApp number +628xxxxx got hacked because I accidentally shared my OTP code. Please help deactivate my account.
Last OTP I received in my sms inbox was XXXXXX."
Ganti XXX dengan angka
5. Dalam waktu singkat, dia dapet balesan kalo akun WAnya sudah dinonaktifin oleh tim WA. Artinya, hacker ga bisa pake lagi.
6. Setelah 12 jam, dia nyoba login kembali, ternyata si hacker udah set pin di Settings - Account - "Two-step verification" Wajah dengan air mata bahagia Gila! Now, my friend can't login!
7. Ketika coba klik "Forgot Pin?" muncul pilihan "Send Password to Email" dan lagi-lagi, emailnya udah di set oleh si Hacker! Wajah dengan air mata bahagia Gila dah!
8. Gue minta dia email lagi ke support@whatsapp.com. Isinya gini... Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke bawah.
9. Dapet reply dari tim WA, diminta menunggu 7 hari untuk bisa reset pin. Wajah dengan air mata bahagia
10. Selama 7 hari ke depan, WAnya ga bisa dipakai. Jadi repot banget! So, buat yang WAnya blom diamankan, here's easy step to do it.
Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke bawah
11. Set pin WA kalian dengan masuk ke menu "Settings - Account - Two-step Verification". Do it now! Jangan malas. Jangan berpikir, "Ah, ga ada yang penting di WA gue"
12. Set juga email address! Ini penting untuk recovery saat kita lupa pin.
13. Kita punya tanggungjawab moral ke temen kita yang jadi korban penipuan, hanya karna akun WA kita gak diamankan. Secure it now
"Ajarkan ke orang-orang sekitar kita. Orang tua, adik, kakak, teman.
Semakin sulit hacker beraksi jika banyak yang sudah paham. Mari persempit langkah para penipu. Sekali lagi, kode OTP, hanya kita dan Tuhan yang boleh tau," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gara-gara-pakai-yowa-wa-gb-akun-wa-diblokir-oleh-whatsapp-cara-pindahkan-chat-ke-aplikasi-resmi.jpg)