Breaking News:

Berita Viral

Keistimewaan Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit, Sering Viral karena Dijual Mahal hingga Rp 300 Juta

Ini deretan keistimewaan uang koin 1000 kelapa sawit, yang sering jadi viral karena dijual mahal hingga Rp 300 juta.

Kolase Freepik/https://www.bi.go.id/
Ilustrasi deretan uang koin termasuk uang koin 1000 kelapa sawit. Ini deretan keistimewaan uang koin 1000 kelapa sawit, yang sering jadi viral karena dijual mahal hingga Rp 300 juta. 

TRIBUNKALTIM.CO - Apa sebenarnya keistimewaan uang koin Rp 1000 kelapa sawit yang sering viral karena bisa dijual dengan harga sangat mahal hingga Rp 300 juta?

Baru-baru ini, uang koin 1000 kelapa sawit kembali jadi viral di media sosial lantaran harganya di market place konon bisa mencapai harga puluhan hingga Rp 300 juta.

Padahal uang koin Rp 1000 kelapa sawit tersebut kondisinya bukanlah baru, melainkan bekas pakai.

Bahkan banyak pelapak dari seluruh daerah di Indonesia yang menawarkan uang koin Rp 1000 kelapa sawit tersebut.

Dikutip TribunKaltim.co dari pemberitaan kompas.tv Jumat, (12/8/2021) lalu, sedikitnya ada 13 uang koin 1000 kelapa sawit yang bisa dibeli dengan harga Rp 300 juta.

Selain itu, dari sejumlah diskusi yang melibatkan pedagang dan calon pembeli, rupanya banyak bujangan yang tertarik untuk membeli uang koin 1000 kelapa sawit ini untuk materi serah-serahan mas kawin saat lamaran.

Tangkapan layar uang logam 1000 kelapa sawit yang dijual ratusan juta
Tangkapan layar uang logam 1000 kelapa sawit yang dijual ratusan juta (Twitter)

Menanggapi penjualan uang kelapa sawit itu, Junanto Herdaiwan, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia buka suara.

Baca juga: Lebih Besar dari Uang Koin Kelapa Sawit, Cek Rupiah Edisi Perjuangan Tahun 1945 Berbahan Emas

Junanto menjelaskan uang koin Rp1.000 bergambar kelapa sawit itu masih berlaku hingga saat ini.

Sehingga nilai uangnya sesuai dengan yang tertera dalam uang tersebut.

"Uang pecahan Rp1.000 tahun emisi 1993 bergambar kelapa sawit kan saat ini masih dinyatakan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI sepanjang belum dicabut/ditarik dari peredaran," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/08/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved