Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Rekam dan Sebar Video tak Senonoh Saat Belajar Daring, Pemuda di Balikpapan Jadi Tersangka

Unit Tindakan Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Balikpapan, membekuk seorang pemuda berinisil A (16)berkat ulahnya sebarkan video asusila

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Unit Tindakan Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Balikpapan bekuk seorang pemuda berinisil A (16) berkat ulahnya sebarkan video asusila, Kamis (13/8/2021) lalu.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Unit Tindakan Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Balikpapan, membekuk seorang pemuda berinisil A (16), karena  ulahnya sebarkan video tak senonoh, Kamis (13/8/2021) lalu.

Kejadiannya sendiri dimulai ketika tengah melangsungkan belajar daring.

Korban saat itu terlihat menghidupkan kamera, saat tengah berhubungan suami istri.

Dengan demikian, perbuatan asusila itu secara tidak langsung menjadi perhatian oleh sesama siswa.

Sementara A lantas merekam begitu saja. Setidaknya hingga 41 detik.

Baca juga: Oknum Ustadz di Ponpes Kukar Diduga Lakukan Tindak Asusila Sesama Jenis, Ini Kondisi Korbannya

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Thirdy Hadmiarso mengungkapkan, korban saat itu menghidupkan kamera untuk alasan iseng belaka.

"Pada saat googleclass meeting, karena sekolah ini masih dengan sistem online. Yang bersangkutan menghidupkan kamera untuk iseng," ujar Thirdy, Jumat (20/8/2021).

Usai merekam, tersangka A lantas mendistribusikan video asusila tersebut.

Tak elak, rupanya berdampak viral ke beragam lini media sosial.

Setelah beredar, lanjut Thirdy, pihaknya lantas melakukan pemetaan.

Dari hasil mapping, ternyata diketahui korban dan tersangka merupakan warga Kota Balikpapan.

Disamping itu, Thirdy memastikan bahwa tersangka dan korban berasal dari satu sekolah yang sama, tepatnya salah satu SMA Negeri di Balikpapan.

Dari penelusuran kepolisian, sejumlah barang bukti berhasil diamankan.

Seperti 3 unit ponsel dan tangkapan layar interaksi pesan antara tersangka dan korban.

Sementara itu, terkait sanksi bagi A, akan tetap berlanjut.

Baca juga: Kuasa Hukum Korban Dugaan Asusila di Ponpes Tenggarong Kukar Bersurat ke Kemenag Kaltim

Meski dalam kasus ini, kata Thirdy, akan diberlakukan restorative justice lantaran tersangka masih di bawah umur.

"Namun proses hukum tetap berjalan. Saat ini kita masih tahan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," imbuh Thirdy. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved