Virus Corona di Paser

Hasil Mediasi Keluarga Korban Pemukulan dengan Satgas Covid-19 Paser Belum Bisa Disimpulkan

Peristiwa pemukulan yang menimpa Aat Sofian (21), salah satu pedagang buah di Siring Kandilo, Kecamatan Tanah Grogot.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Taher, pihak keluarga Aat Sofian korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum Satgas Covid-19 Paser beberapa waktu lalu, menjelaskan terkait hasil dari mediasi yang dilakukan di ruang Pertemuan Polres Paser pada Jumat (20/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Peristiwa pemukulan yang menimpa Aat Sofian (21), salah satu pedagang buah di Siring Kandilo, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang diduga dilakukan oleh oknum Satgas Covid-19 masih terus diproses oleh Polres Paser.

Hal ini dibuktikan dengan masih dilakukannya mediasi antara Satgas Covid-19 dengan pihak keluarga korban, yang berlangsung di ruang pertemuan Polres Paser pada Jumat (20/8/2021).

Kegiatan tersebut, dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya, dihadiri Kasatpol PP Paser Heriansyah Idris, Kabag Ops Polres Paser Kompol Sarman, Plt Kepala BPBD Paser, Masriah, perwakilan dari Kodim 0904/PSR, dan Aat Sofian (Korban Pemukulan) bersama keluarganya.

Saat proses mediasi berlangsung, TribunKaltim.co tidak diperbolehkan masuk di dalam ruangan, dan hanya diperkenankan untuk menunggu di luar ruangan.

Baca juga: Kabag Ops Polres Paser Sebut Korban Pemukulan dan Satgas Covid-19 Sudah Saling Memaafkan

Taher, salah satu dari keluarga korban membeberkan, hasil dari mediasi yang dilakukan bersama Satgas Covid-19 Paser tersebut belum dapat disimpulkan.

"Belum bisa menyimpulkan suatu kesimpulan, jadi pertemuan kita dengan pihak pemerintah hanya silaturahmi, kita tidak bercerita kronologis kejadian tapi disini  kita masing-masing mencari jalan tengah," beber Taher yang juga merupakan Sekretaris DPC APDESI Paser.

Jalan tengah yang dimaksud ialah, pihak korban tidak begitu saja menjadi korban, kemudian pihak yang lain juga bagaimana pertanggungjawabannya.

"Kita di sini bukan menuntut siapa yang harus bersalah siap yang harus dihukum tapi kita meminta suatu keadilan, misalnya kalau saya berkelahi dengan sampeyan, lalu sampeyan minta maaf dengan saya, itu kan suatu keadilan yang saya peroleh, mungkin tanda kutipnya begitu," terangnya.

Baca juga: Oknum Satgas Covid-19 Paser Diduga Aniaya Pengendara Roda Dua, Berikut Kronologinya

Nantinya, pihak keluarga dengan Satgas Covid-19 bakal mengagendakan lagi untuk pertemuan selanjutnya, namun jadwalnnya belum ditentukan.

Untuk sementara ini belum ada keputusan yang diambil oleh pihak keluarga berkaitan dengan masalah yang bergulir tersebut.

Nanti dari pihak keluarga yang berkomunikasi dengan Kasat Reskrim Polres Paser untuk tindak lanjutnya nanti.

"Kalau memang itu sampai proses penyidikan dan lain-lain, prosesnya bagaimana, nanti pihak keluarga juga ada bahan pertimbangan," jelas Taher.

Dengan adanya kasus yang menimpa keluarganya ini, Ia meminta netizen maupun teman-teman lainnya untuk tetap tenang.

Baca juga: Oknum Satgas Covid-19 Paser Diduga Aniaya Pedagang Buah, Korban Ngaku Dilempar Kursi hingga Ditampar

"Mungkin dari Satgas Covid juga memperbaiki bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik ke depannya, karena kita ingin kondusif di kabupaten paser ini," harapnya.

Takutnya, netizen salah mempersepsi dan salah membaca informasi kemudian terpancing dengan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ditempat terpisah, Kabag Ops Polres Paser, Kompol Sarman menyebutkan, hasil dari pertemuan yang dilakukan antara Satgas Covid-19 dengan keluarga korban hari ini, kedua belah pihak saling memaafkan.

"Dalam pertemuan tadi sudah saling memaafkan semuanya, kita berdoa saja permasalahan cepat selesai," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved