News Video

NEWS VIDEO Risma Temukan Ribuan Rekening Warga di Jateng Penerima Bansos Terblokir

Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan pengecekan bantuan sosial di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonogiri, Jumat (20/8/2021).

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan pengecekan bantuan sosial di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonogiri, Jumat (20/8/2021).

Kedatangan Mensos untuk mengklarifikasi adanya bantuan kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan.

Mensos Risma menggelar pertemuan dengan perwakilan Bank Nasional Indonesia (BNI), Koordinator Pendamping PKH, Wakil Bupati pejabat eselon 1 Kemensos dan dari Bareskrim Polri.

"Ada laporan, ribuan penerima bantuan belum cair bantuannya. Ini kan bantuan untuk rakyat miskin ya. Saya perlu mendengarkan laporan beberapa pihak terkait dimana sebenarnya masalahnya," kata Mensos Risma di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (20/8/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Risma membuka forum klarifikasi terhadap semua pihak yang terkait dengan pencairan bansos, baik Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako.

Baca juga: Anies Baswedan Surati Risma Soal Puluhan Ribu Data Ganda KPM di Jakarta, Mensos Kebingungan

Di Kabupaten Sragen pada penyaluran Tahap 2 yakni bulan April hinga Juni terdapat 37.225 KPM, dimana ada 2.517 yang belum cair karena buku tabungannya terblokir.

Terkait hal itu, Risma pun 'mengejar' perwakilan Bank BNI untuk segera menyelesaikan permasalahan.

"Saya minta tolong pak. Hari ini juga bisa selesai. Kalau kartunya belum didistribusikan, ayo kasih ke saya. Sekarang juga saya antar ke rumah KPM," kata Mensos Risma kepada perwakilan BNI.

Pihak Bank BNI mengatakan, bantuan tersebut tak bisa langsung dicairkan lantaran masih banyaknya persoalan.

Persoalan tersebut seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum terdistribusi, rekening terblokir, adanya pendataan ganda, dan prosedur perbankan yang dirasakan berbelit.

Terkait dengan rekening yang terblokir, Risma meminta Bank BNI agar secepatnya bisa dibuka.

Bahkan Risma mengambil telepon genggam dan menghubungi pejabat BNI di Jakarta saat itu juga.

"Ini Risma Pak saya minta dibantu ya. Tolong blokirnya dibuka ya. Hari ini ya," kata Mensos.

"Bagi mereka Rp100 ribu-Rp200 ribu itu banyak. Jangan ditunda-tunda pencariannya pak. Nanti tertunda lagi masuk bulan berikutnya kena blokir lagi. Kasihan pak Mohon prosesnya bisa diperlancar pak," katanya.

Pada kesempatan itu, perwakilan TKSK juga mengeluhkan adanya prosedur berbelit yang dihadapi saat akan membuka blokir.

Seusai ditemukannya permasalahan penyaluran bantuan di lapangan, Risma kini terus mematangkan berbagai kebijakan.

Termasuk di dalamnya dengan melibatkan penggunaan teknologi digital.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved