Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Capaian Vaksinasi Baru 20 Persen, Pusat Harus Perhatikan Kebutuhan Vaksin di Kaltim

Wakil DPRD Kaltim Seno Aji berharap pada Hari Kemerdekaan RI ke-76, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan masalah vaksin untuk Kaltim.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Wakil DPRD Kaltim Seno Aji saat diwawancarai usai mengikuti Upacara HUT ke-76 RI, Selasa (17/8/2021) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil DPRD Kaltim Seno Aji berharap pada Hari Kemerdekaan RI ke-76, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan masalah vaksin untuk Kaltim.

"Harapan pada hari kemerdekaan ini agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Kami di legislatif juga berharap pemerintah pusat lebih memperhatikan masalah vaksin untuk Kaltim," ungkapnya di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Pansus Ketahanan Keluarga Terus Perkaya Materi, Lakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Paser

Pasalnya, saat ini masyarakat yang memperoleh vaksin baru sekitar 20 persen dari 3,7 juta keseluruhan penduduk Kaltim.

"Itulah mengapa Kaltim disoroti mendapat rapot merah, kenyataannya pemerintah pusat sendiri tidak memberikan perhatian khusus untuk vaksin," jelasnya.

Disinggung terkait sejumlah vaksin Sinovac dan Moderna yang baru-baru ini datang tidak sampai 10 ribu vial, Seno menyebut, vaksin yang datang ini sangat kurang untuk penduduk Kaltim.

"Kita berharap vaksin yang datang lebih banyak lagi buat masyarakat, karena dari 20 persen itu 'kan masih butuh jutaan vaksin untuk Kaltim. Jadi sangat kurang," tegasnya.

Baca juga: DPRD Kaltim Ajak Masyarakat Mengabdi dan Setia pada Negeri

Oleh sebab itu, unsur pimpinan legislatif sangat mendukung sepenuhnya Pemprov Kaltim dalam mendorong pemerintah pusat agar secepatnya memberi lebih banyak vaksin kepada masyarakat Kaltim.

"Mudah-mudahan dengan 17 Agustus ini kita bisa menjadi lebih baik lagi. Sesuai slogannya Kaltim Berdaulat," paparnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan pihaknya sudah mendistribusikan vaksin tersebut kepada kabupaten/kota di Kaltim.

"Jadi tidak ada lagi tawar-menawar tidak ada vaksin," ujarnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved