Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Penerima Program Pertanian Keluarga Wajib Lapor 3 Tahun

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) akan melakukan tata kelola kembali bagi penerima program

Editor: Diah Anggraeni
IST/DPTPH
Kepala Dinas Pangan TPH Kaltim Siti Farisyah Yana saat meninjau kegiatan Pertanian Keluarga di Kelompok Tani Sumber Pangan, Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (20/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) akan melakukan tata kelola kembali bagi penerima program Pertanian Keluarga (PK).

"Ke depan, bagi setiap penerima bantuan atau program PK harus membuat perjanjian atau integritas kepada pemerintah sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban atas bantuan yang diterima," kata Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana saat meninjau kegiatan Pertanian Keluarga di Kelompok Tani Sumber Pangan, Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Desa Peduli Pemilu, Pendidikan Politik bagi Rakyat

Implementasi perjanjian integritas ini, menurut Yana, harus dilaporkan penerima bantuan selama 3 tahun berturut-turut, agar diketahui dampak dan sejauh mana pengembangan kegiatan hasil bantuan yang diberikan pemerintah.

Dijelaskannya, bantuan yang diberikan pemerintah bersumber dari dana APBN untuk program PK atau famili farming ini sebesar Rp 150 juta, turun Rp 50 juta dari tahun sebelumnya Rp 200 juta setiap kelompok.

Diakui Yana, output dalam setiap program dilaporkan setiap tahun sudah cukup.

Namun, baginya, jika ingin melihat outcome atau benefitnya, maka minimal tiga tahun harus rutin dan intensif dilakukan evaluasi dan pelaporan.

"Kalau satu tahun selesai, satu tahun selesai, maka belum terlihat jelas dampak bantuan terhadap pengembangan kegiatan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petaninya," ungkap Yana.

Ketua Poktan Sumber Pangan Desa Teluk Pandan, Eko Subowo menyebutkan, pihaknya mendapatkan bantuan sebesar Rp 150 juta untuk kegiatan PK di lahan seluas 22 hektare.

"Kami sudah panen mentimun sekitar 9,5 ton senilai Rp 40 juta, semangka Rp 35 juta, dan tomat Rp 5 juta," sebut Eko.

Baca juga: Gubernur Serahkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Bontang

Komoditas yang dikembangkan Poktan Sumber Pangan terdiri jagung seluas 2 ha (rencana pemupukan akhir), cabai besar 3 ha, semangka 1 ha, melon 1 ha, cabai keriting 5 ha (rencana pemupukan), tomat 6 ha (sebagian sudah panen), mentimun satu ha (sudah panen), kembang kol 0,5 ha, ubi jalar 2 ha dan terong 0,5 ha.

Dalam kunjungannya, Yana didampingi Plt Sekretaris/Kabid Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur, Distribusi Dyah Ratnaningrum dan Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Muhammad Alimuddin. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved