GMNI Aksi Damai
Walikota Samarinda Andi Harun Minta Mahasiswa Laporkan Penyelewengan Dana Covid-19
Walikota Samarinda Andi Harun menemui Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda yang aksi di depan Balaikota Samarinda, Senin (23/8/2021)
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA- Walikota Samarinda Andi Harun menemui Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda yang aksi di depan Balaikota Samarinda, Senin (23/8/2021).
Tidak hanya sekedar mememui, orang nomor satu di Kota Tepian tersebut, juga menanggapi terkait tuntutan mahasiswa tentang tranparasi anggaran dana bantuan Covid-19 di Samarinda.
AH sapaan karibnya Walikota Samarinda, menjamin bahwa semuanya tidak ada yang ditutup - tutupi oleh Pemerintah Kota Samarinda.
"Saya jamin dan pastikan tidak ada yang ditutup tutupi. Kalau kalian punya data ada penggelapan atau unsur kecurangan, beritahu saya, saya sendiri yang akan proses," tegasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS GMNI Samarinda Gelar Aksi Damai Depan Balai Kota
Sambungnya, jadi kita semua harus terbiasa tidak mengemukakan hal - hal yang bersifat asumtif, akan tetapi yang seharusnya berdasarkan fakta - fakta.
Kalaunya mempunyai data maka sampaikan di mana letak ketidak transparanan anggaran dana bantuan Covid-19 itu.
"Saudara-saudara bisa dicek di APBD refocusing 20 persen berapa dan penggunaannya bagaimana.
Insya Allah saya dan Wakil Walikota Rusmadi mengikuti secara seksama pelaksanaan penggunaan dana Covid-19 termasuk bantuan," tuturnya.
Tambahnya, perlu diketahui beberapa penerapan PPKM termasuk PPKM Mikro dan PPKM Level IV dua kali.
Begitu hebatnya teman-teman di pemerintahan, TNI/Polri bekerja, dengan dana Covid-19 yang tinggal tersisa beberapa miliar.
Jika itu dioperasikan lewat bantuan sosial, maka itu tidak cukup.
"Apa yang kami lakukan ? kami kumpulkan semua pimpinan bank cabang di Samarinda, kami sampaikan tolong bantu karena tidak cukup hanya dengan dana pemerintah," tuturnya.
Baca juga: 2 Unjuk Rasa Soal Tol Balikpapan-Samarinda Jelang Diresmikan Presiden Jokowi, Warga Tak Patok Harga
Kemudian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Samarinda, seluruh pejabat struktural pada ikhlas dipotong penghasilan mereka hingga akhirnya terkumpul kurang lebih Rp 1,1 miliar.
"Dengan dana itu, kita luncurkan bantuan vitamin dan obat-obatan buat orang yang isolasi mandiri," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walikota-samarinda-andi-harun-menemui.jpg)