Breaking News:

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, Kemenkeu Gelar Konferensi Internasional AIFC Ke-5

Keuangan syariah dinilai dapat mendorong reformasi struktural melalui penyediaan akses pembiayaan bagi sektor riil

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Febrio Kacaribu di channel Youtube BKF Kemenkeu, Rabu (25/8/2021).TRIBUNKALTIM.CO/HO/Tangkapan Layar 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Pemerintah terus mendorong pengembangan keuangan Syariah, salah satu instrumen kritikal untuk menciptakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Keuangan syariah dinilai dapat mendorong reformasi struktural melalui penyediaan akses pembiayaan bagi sektor riil.

Untuk mencapai target pengembangan keuangan syariah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menyelenggarakan The Annual Islamic Finance Conference (The AIFC) ke-5 yang berlangsung secara virtual, Rabu (25/8/21).

“Konferensi internasional ini diharapkan menghasilkan masukan berharga agar Indonesia semakin dekat dengan cita-citanya menjadi negara maju dan pusat keuangan Islam dunia”, kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu.

Mengusung tema The Role of Islamic Finance in Promoting Economic Recovery: Enhancing Productivity, Financial Stability, Sustainable and Inclusive Growth, fokus AIFC ke-5 sejalan dengan isu global saat ini, yaitu pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Baca juga: Hadirkan Kemudahan Transaksi Non Tunai Berbasis Syariah, Layanan LinkAja dan BTN Bersinergi

Isu ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan dan memperkuat reformasi.

Selain itu, pemulihan ekonomi juga selaras dengan topik yang akan dibawa oleh Indonesia pada Presidensi G20 tahun 2022.

“Badan Kebijakan Fiskal selaku unit yang membantu Menteri Keuangan merumuskan kebijakan termasuk terkait keuangan syariah, akan terus mengawal proses reformasi keuangan syariah dengan melibatkan akademisi, praktisi, dan Lembaga internasional”, ujarnya.

Menurut Kepala BKF, ekonomi dan keuangan syariah memiliki karakteristik unik yang memberikannya peran strategis pada pemulihan ekonomi dan reformasi struktural ke depan.

Hal ini karena perannya dalam mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat, ekonomi berkelanjutan, dan peningkatan akses pembiayaan seperti melalui zakat, infaq, wakaf, inovasi Green Sukuk, serta pembiayaan UMKM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved