Breaking News:

Virus Corona di Malinau

Komisi IV DPRD Kaltara Soroti Keterbatasan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Malinau

Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara (Kalimantan Utara ) menyoroti 4 kebutuhan mendasar penanganan Covid-19 di Kabupaten Malinau.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Ruslan saat ditemui seusai rapat bersama di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (26/8/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara (Kalimantan Utara ) menyoroti 4 kebutuhan mendasar penanganan Covid-19 di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Penanganan Covid-19 di Kabupaten Malinau terkendala keterbatasan 4 sektor meliputi sumber daya dan kekurangan tenaga kesehatan.

Anggota Komisi 4 DPRD Kaltara, Ruslan menerangkan, ada 4 kebutuhan mendasar dalam rangka penanganan covid-19 di Kabupaten Malinau.

Fasilitas penunjang dalam rangka penanganan Covid-19 ini penting.

Baca juga: Rehab Ruangan Masuk Tahap Finishing, Laboratorium PCR di RSUD Malinau Diuji Coba Bulan Depan

"Hasil rapat tadi, keterbatasan daerah meliputi fasilitas RSUD, oksigen, obat-obatan, stok vaksin Covid-19 dan kekurangan tenaga kesehatan," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, keterbatasan oksigen di Malinau dikarenakan produksi dan isi ulang dari penyedia oksigen lokal terbatas.

Sehingga mengandalkan pengisian tabung oksigen dari luar daerah.

Demikian halnya ketersediaan obat-obatan, termasuk untuk keperluan testing, tracing dan treatment. Rasio suplai rapid tes termasuk pasokan vaksin masih minim di daerah.

Baca juga: Penyelesaian Vaksinasi Malinau Capai 18,09 Persen, Warga Menanti Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Fasilitas penunjang penanganan pasien seperti oksigen dan obat-obatan masih sangat terbatas.

"Laporannya saat ini kasus konfirnasi menurun, tapi perlu diwaspadai hal-hal yang kemungkinan terjadi," katanya.

Demikian halnya dengan keterbatasan tenaga kesehatan. Data RSUD Malinau, tim penanganan pasien di ruang isolasi hanya beranggotakan 13 orang.

Keterbatasan tenaga kesehatan menjadi sorotan utamanya pasca ledakan kasus Covid-19 di perbatasan RI-Malaysia di wilayah Apau Kayan.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Malinau Baru 17,56%, Akhir Bulan Ini Dosis Pertama Ditarget Capai 51%

Semua laporan dari Dinas Kesehatan dan RSUD Malinau akan ditindak lanjuti.

"Nanti akan kita bawa untuk dibahas bersama. Semoga ada upaya untuk membantu mengatasi persoalan ini," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved