Berita Nasional Terkini

PAN Masuk Koalisi jadi Signal Baru Reshuffle Kabinet Jokowi-Maruf Amin, Kursi Menteri PKB Terancam?

Partai Amanat Nasional ( PAN) masuk koalisi jadi signal baru reshuffle kabinet Jokowi-Maruf Amin, kursi Menteri PKB terancam?

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Kabinet Indonesia Maju. Partai Amanat Nasional ( PAN) masuk koalisi jadi signal baru reshuffle kabinet Jokowi-Maruf Amin, kursi Menteri PKB terancam? 

TRIBUNKALTIM.CO - Partai Amanat Nasional ( PAN) masuk koalisi pemerintah jadi signal baru reshuffle kabinet Jokowi - Maruf Amin.

Keputusan PAN dan restu presiden Joko Widodo masuk ke dalam partai koalisi pemerintah semakin memperkuat kekuatan politik kekuasaan saat ini.

Namun masuknya PAN ke dalam koalisi yang sudah gemuk itu bukan tanpa resiko.

Arus dinamika politik sesama partai koalisi semakin kencang.

Konflik politik antar partai bisa saja mengganggu jalannya stabilitas pembangunan.

Namun bila bisa dikendalikan, pemerintah saat ini mendapatkan keuntungan besar demi memuluskan rencana-rencana kerjanya di sisa waktu kekuasaan.

Terjadinya reshuffle kabinet adalah yang paling mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Gambaran itu yang diamati Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia ( LIMA Indonesia) Ray Rangkuti belum lama ini.

Pengamat Ray Rangkuti menilai ancaman paling besar bakal dirasakan PKB, pasca PAN mantap masuk koalisi pemerintah.

Kursi Menteri PKB paling berpeluang untuk geser untuk menjaga stabilitas kepentingan politik.

Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Jokowi Kumpulkan 7 Partai Koalisi di Istana Negara, Politisi Nasdem Beber 5 Poin yang Dibahas

Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia (LIMA Indonesia) Ray Rangkuti mengatakan, pertemuan politik Presiden Jokowi dengan sejumlah ketua umum dan sekjen parpol bisa jadi sinyal reshuffle bagi Kabinet Indonesia Maju.

Seperti diketahui Partai Amanat Nasional (PAN) kini masuk dalam barisan koalisi di pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin.

“Kemungkinan itu ( reshuffle kabinet) selalu terbuka,” kata Ray Rangkuti dihubungi Kompas.TV, Kamis (26/8/2021).

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved