Breaking News:

Kubar Beradat

Kepala DPMK Kutai Barat Tinjau Proyek PKTD di Dua Kampung Kecamatan Nyuatan

Proyek Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Dana Desa (DD) 2021 di Kampung Muut dan Awai di Kecamatan Nyuatan, dilakukan dalam bentuk semenisasi jalan usaha

Penulis: Febriawan | Editor: Mathias Masan Ola
hms10/adv/NAW
Kepala DMPK Kubar Faustinus Syadirahman S Sos MM saat berada di kantor kepala kampung Muut dalam rangkaian kegiatan peninjauan PKTD di Kampung Muut dan Kampung  Awai, Kecamatan Nyuatan, Kutai Barat, Jumat (27/8/2021). (hms10/adv/NAW) 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWARProyek Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Dana Desa (DD) 2021 di Kampung Muut dan Awai di Kecamatan Nyuatan, dilakukan dalam bentuk semenisasi jalan usaha tani, Jumat (27/8/2021).

Tujuannya untuk membuka keterisolasian dan meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Kecamatan Nyuatan yang terkenal kesuburan lahan sangat potensial untuk perkebunan maupun pertanian.

Sejalan dengan program pembangunan pemkab, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kubar sangat mendukung pembukaan jalan usaha tani, kata Kepala DMPK Kubar Faustinus Syadirahman S Sos MM saat meninjau kegiatan PKTD di Kampung Muut dan Kampung  Awai, Kecamatan Nyuatan.

Lebih lanjut  Faustinus menjelaskan, pada tahun 2021 Kampung Muut dan Kampung Awai melaksanakan PKTD  membuka jalan dua sesi. Sesi pertama membuka jalan lebar 4 meter dan panjang 150 meter menggunakan DD tahap pertama.

Baca juga: Bangun Jalan Usaha Tani hingga Peremajaan Karet, Pemkab Kubar Fokus Kembangkan Pertanian

Untuk tahap kedua, pembangunan jalan lebih panjang dari tahap pertama karena disesuaikan dengan anggaran.

Dalam peninjauan dan evaluasi kegiatan juga didampingi Camat, Petinggi, BPK serta masyarakat setempat untuk sama-sama melihat jika pekerjaan tersebut sesuai mekanisme.

Warga bersyukur, di masa pandemi mereka dilibatkan bekerja dalam pembangunan. Meski sesaat, paling tidak bisa menambah penghasilan. Itu sebabnya warga sangat antusias mengerjakan jalan tersebut.

Untuk Kampung Awai juga dilakukan pembangunan jalan usaha tani. Dibangunnya jalan tersebut masyarakat kini melintasinya untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian.

Faustinus menambahkan, saat ini pembukaan jalan usaha tani menggunakan DD memang tidak terlalu lebar tapi paling tidak jalan tersebut bisa dilewati mobil dan motor, dan mempermudah masyarakat.

Baca juga: 45 Paket Semenisasi Jalan Usaha Tani dan Lingkungan, Pemkab Siapkan Rp 19 Miliar

Secara khusus  Faustinus Syadirahman mengimbau semua pengurus kampung di Kubar agar merencanakan mulai dari musrembang kampung untuk memilih kegiatan yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam menggunakan anggaran harus sesuai ketentuan, dan wajib melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja. Hal tersebut merupakan salah satu fungsi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Selain itu, dalam melaksanakan kegiatan harus mengikuti standar, sesuai kegiatan fisik. Selain itu, perintah kampung harus transparan dan benar dalam penggunaan anggaran, sehingga tidak ada temuan dan keluhan dari masyarakat terhadap penggunaan anggaran. (hms10/adv/NAW)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved