Breaking News:

CPNS 2021 Nunukan

Jadwal SKD PPPK Diundur, Peserta dari Krayan Nunukan Keluhkan Biaya Hidup dan Tempat Tinggal

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menjadwalkan pelaksanaan SKD guru PPPK pada hari ini, Senin (30/8/2021).

HO/Junaidi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan
Pelaksanaan Bimtek PPPK guru yang diikuti guru honor dari Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan, Sabtu (28/8/2021), di SMPN 2 Nunukan. (HO/Junaidi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan) 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) guru PPPK diundur hingga 13-17 September 2021.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menjadwalkan pelaksanaan SKD guru PPPK pada hari ini, Senin (30/8/2021).

Diundurnya jadwal pelaksanaan seleksi SKD guru PPPK membuat puluhan peserta dari Krayan, Kabupaten Nunukan menyampaikan kekecewaannya.

Saat ditemui di Nunukan peserta tes guru PPPK asal Krayan, Bangau Frangki, mengaku kecewa dengan pengunduran jadwal tes SKD itu.

Bagaimana tidak, informasi pengunduran jadwal tes SKD baru diterima oleh mereka, saat Frangki dan 32 temannya sudah berada di Nunukan.

Baca juga: CPNS Kaltara, Disdikbud Pastikan Seleksi Kompetensi PPPK Guru Diundur

"Mungkin di tempat lain kalau jadwalnya diundur baik-baik saja. Kami di Krayan maksimal lima hari sebelum jadwal tes harus sudah di Nunukan. Karena untuk ke Nunukan transportasi satu-satunya pakai pesawat. Sementara jadwal penerbangan Susi Air terbatas," kata Bangau Frangki kepada TribunKaltara.com, Minggu (29/08/2021), pukul 18.30 Wita.

Frangki yang sudah 11 tahun menjadi guru honor di SMPN 4 Krayan itu, mengatakan biaya transportasi yang mereka keluarkan dari Krayan ke Nunukan bukanlah angka yang kecil.

Apalagi dalam sebulan pendapatan Frangki dari profesinya tidak menentu. Gaji paling besar yang pernah ia dapatkan sebesar Rp 500 ribu.

"Biaya yang saya keluarkan untuk tiket pesawat saja Rp 456 ribu. Biaya rapid Antigen Rp175 ribu. Belum lagi barang overbagasi saya bayar Rp 800 ribu. Itu bukan biaya yang kecil bagi kami guru honor di perbatasan," ucapnya.

Belum lagi kata Frangki, saat di Nunukan ia tak memiliki sanak keluarga. Sehingga mau tidak mau, bapak dua anak itu terpaksa menyewa rumah dengan biaya sewa Rp 600 per bulan.

Baca juga: Masa Pendaftaran CPNS Kaltara Ditutup, Jumlah Pelamar Formasi PPPK Guru Jauh di Bawah Kuota

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved