Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Pembahasan Anggaran Lewati Batas Waktu, Banggar Minta Dokumen KUPA dan KUA-PPAS Segera Disampaikan

Menanggapi surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim perihal penyampaian aspirasi reses (pokir) pada aplikasi Sistem Informasi Pemerintah

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Badan Anggaran DPRD Kaltim saat rapat internal membahas keterlambatan penyerahan dokumen KUPA-PPAS tahun 2021 dan KUA-PPAS tahun 2022, Rabu (25/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Menanggapi surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim perihal penyampaian aspirasi reses (pokir) pada aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim melakukan rapat, Rabu (25/8/2021).

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun usai memimpin rapat mengatakan, seluruh anggota DPRD Kaltim telah memasukkan segala usulan ke dalam SIPD.

"Artinya, surat yang disampaikan sekda sudah tidak relevan lagi, karena itu sudah terpenuhi," ujarnya.

Baca juga: Dana Minim, Porprov VII Kaltim Tahun 2022 di Berau Tidak Boleh Berhenti

Untuk itu, ia meminta pembahasan perubahan APBD 2021 harus segera dilakukan dan mekanisme pembahasannya juga harus mengacu pada Permendagri Nomor 64 Tahun 2020.

Sementara untuk APBD 2022 mengacu pada Permendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022.

"Mekanismenya sudah ada semua, tinggal menyesuaikan itu dan segera dimasukkan atau disampaikan kepada DPRD, baru kita bahas. Namanya juga pembahasan, kalau ada yang perlu ditambahkan kita tambah. Begitu juga sebaliknya, namanya juga baru pembahasan," sebut Samsun.

Adapun hasil keputusan setelah melakukan rapat, pimpinan DPRD Kaltim sebut dia akan segera mengirim surat kepada eksekutif, dan meminta kepada gubernur untuk segera memasukkan KUPA dan KUA-PPAS sesegara mungkin.

"Pembahasan anggaran ini sudah melewati batas waktu yang seharusnya, yaitu untuk KUPA 2021 mestinya sudah diserahkan akhir Juli lalu dan untuk KUA-PPAS 2022 dibahas pada awal Agustus. Jadi, harus segera dilakukan pembahasan," jelas politikus PDI Perjuangan ini.

Baca juga: Legislatif Akan Lobi Pemerintah Pusat, Minta Kewenangan Pemprov Kaltim Belanja Vaksin Sendiri

Dirinya juga mengakui, sampai saat ini DPRD Kaltim belum menerima dokumen KUPA maupun KUA-PPAS.

"Apa yang mau kita bahas, dan pengesahannya kapan? Ini cukup terlambat jadinya. Dampak keterlambatan ini akan berpengaruh pada pembangunan daerah, dan pastinya serapan anggaran bisa jadi tidak terserap secara maksimal," jelas Samsun. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved