Senin, 13 April 2026

Berita DPRD Kukar

Samboja Barat Jadi Kecamatan Baru, Anggota DPRD Kukar Minta Pemerintahan Dipersiapkan Matang

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemekaran dan menambah dua kecamatan baru, yakni Kecamatan Samboja Barat dan Kecamatan Kota Bangun Darat

Editor: Diah Anggraeni
Tribun Kaltim/Aris Joni
Anggota DPRD Kutai Kartanegara daerah pemilihan Samboja, Sangasanga dan Muara Jawa, Budiman. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemekaran dan menambah dua kecamatan baru, yakni Kecamatan Samboja Barat dan Kecamatan Kota Bangun Darat.

Dengan adanya penambahan itu, maka total kecamatan di kukar menjadi 20 kecamatan.

Kedua kecamatan baru itu pun perlu persiapan penataan untuk pemerintahannya.

Baca juga: Rawan Tumbang dan Bahayakan Pelintas, Wakil Ketua DPRD Kukar Minta Pohon Tua di Jalan Ditebang

Anggota DPRD Kukar dapil Samboja, Sangasanga dan Muara Jawa, Budiman mengungkapkan perlu adanya persiapan yang matang terkait tata kelola pemerintahan di kecamatan baru, khususnya di Kecamatan Samboja Barat.

"Untuk Samboja Barat memang perlu banyak yang harus disiapkan," ujarnya.

Lanjut dia, salah satu persiapan itu, yakni menempatkan pejabat-pejabat yang memang paham dan berkompeten di Kecamatan Samboja Barat. Terutama untuk penempatan camatnya.

"Kalau bisa berasal dari Samboja juga lah, karena dia sudah paham wilayah Samboja," ungkapnya.

Ia menjelaskan, aturan pemerintahan di Kecamatan Samboja Barat tersebut perlu disiapkan dengan matang.

Pasalnya dari 10 desa/kelurahan yang ada di Samboja Barat, masing-masing memiliki nilai investasi pendapat yang besar.

"Di sana itu ada pelabuhan, terus jadi wilayah ibu kota negara (IKN). Bahkan, kecamatan itu nantinya 'kan 100 pesen masuk wilayah IKN, jadi harus disiapkan betul-betul," pungkasnya.

Baca juga: Salurkan Aspirasi DPR RI, Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi Serahkan Bantuan Alsintan ke Poktan

Budiman menambahkan, pemerintah harus menyiapkan matang kelola pemerintahan di Kecamatan Samboja Barat tersebut. Termasuk sumber daya manusianya.

"Kalau ada SDM yang memang mumpuni dan mau bekerja kenapa tidak," tutupnya. (adv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved