Breaking News:

Virus Corona

Jarang yang Tahu, 3 Vitamin Terpenting Bagi Pasien Isolasi Mandiri, Fungsi Atur Imun Lawan Covid-19

Jarang yang tahu, 3 Vitamin terpenting bagi pasien isolasi mandiri, fungsi atur imun lawan Covid-19

hellosehat.com via Tribunnews
Ilustrasi obat-obatan, berikut obat dan vitamin yang yang dikonsumsi saat isolasi mandiir di rumah 

Untuk itu juga orang dengan usia lanjut dan yang memiliki komorbid perlu observasi yang lebih ketat dibanding orang yang tidak memiliki risiko tinggi.

Vaksinasi Covid-19 juga sangat dianjurkan bagi orang-orang berisiko tinggi mengalami keparahan Covid-19.

"Agar dia mempunyai ketahanan tubuh sebelum virus itu masuk, setidaknya tidak menjadi gejala berat dan menurunkan angka kematian," ujarnya.

Memberikan penegasan, dia menyebut jika menjaga imunitas tidak hanya penting dilakukan bagi pasien Covid-19.

Menjaga imunitas juga penting dilakukan bagi orang yang sehat sebagai upaya menegah keparahan jika terinfeksi Covid-19.

Dia menganjurkan untuk menjalani diet sehat, olahraga, dan beristirahat yang cukup.

"Dan jangan lupa untuk protokol kesehatan," jelasnya.

Perhatikan D-Dimer

Covid-19 selain menginfeksi saluran pernapasan juga berpotensi menginfeksi paru-paru.

Sehingga bisa menimbulkan pneunomia atau peradangan paru-paru pada Covid-19 gejala sedang hingga berat.

Di paru-paru tersebut, Covid-19 bisa menimbulkan luka-luka kecil yang banyak di paru-paru dan menghasilkan pembekuan darah.

"Jadi D-Dimer itu penting ya pada banyak penelitian menyebutkan pada D-Dimer kurang dari 500, atau pada D-Dimer yang normal bisa selamat atau tida mengalami kematian," jelasnya.

Tetapi jika D-Dimer tinggi atau lebih dari seribu, risiko menjadi kritis atau masu ruang perawatan intensif (ICU), juga meningkat sekitar 20 persen.

Selain itu, dia juga menjelaskan D-Dimer yang berada di atas 2 ribu, juga memiliki risiko kematian yang tinggi.

Untuk itu dia mengingatkan pentingnya melakukan tes darah untuk mengetahui kadar D-Dimer di dalam tubuh.

Terlebih untuk pasien Covid-19 yang mengalami gejala sedang dan berat.

Baca juga: Airlangga Hartarto Puji Pemda Kalsel, Bantu Pasien Isoman Covid-19 dengan Hasil Panen Petani

"Pasien Covid yang tanpa gejala dan pasien Covid gejala ringan tidak perlu," ujarnya.

Tetapi dia mengingatkan pasien yang isolasi mandiri harus mengenal betul gejala yang dimaksud gejala sedang.

Gejala sedang bisa dikenali dengan batuknya, jika sedang, batuknya berat dan intens dan bisa disertai nyeri.

Karena batuk pada gejala sedang bisa terjadi akibat peradangan di paru-paru.

"Dalam satu jam bisa beberapa kali bisa mengalami beberapa kali episode batuk ya," jelasnya.

Kemudian dari demam yang dialami, jika gejala sedang demam yang dialami suhu tubuhnya akan lebih tinggi.

Suhu tubuh pasien dengan gejala sedang umumnya di angka 37,8 derajat celcius hingga 39 derajat celcius.

Pasien gejala sedang juga biasanya mengalamis sesak napas yang tidak terjadi pada pasien gejala ringan.

"Kita perlu mempertimbangkan periksa D-Dimer atau mungkin dirawat di rumah sakit, agar mendapatkan pemeriksaan yang lengkap," kata dr. Otto.

Terlebih jika mengalami gejala tersebut ditambah dengan gejala lain yaitu diare, mual, dan muntah.

Dia juga menjelaskan jika belum ada anjuran bagi pasien Covid-19 yang telah sembuh atau penyintas Covid-19 untuk melakukan Tes D-Dimer.

Tetapi biasanya pasien akan disarankan oleh dokter penanggungjawab pasien untuk melakukan tes.

Jika memang disarankan, pasien tinggal mengikuti anjuran dokter.

Apabila tidak mendapat anjuran dari dokter, cobalah berkonsultasi kepada dokter tersebut apakah pasien termasuk orang yang berisiko. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved