Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Pimpinan KPK Buka-bukaan ke Karni Ilyas Bongkar Alasan Rekrut Eks Koruptor jadi Penyuluh Antikorupsi

Pimpinan KPK Nurul Ghufron buka-bukaan, bongkar alasan rencana rekrut mantan narapidana korupsi jadi penyuluh antikorupsi

TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI Gedung KPK. Pimpinan KPK Nurul Ghufron buka-bukaan ke Karni Ilyas di balik rencana rekrut eks koruptor jadi penyuluh antikorupsi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pimpinan KPK Nurul Ghufron buka-bukaan, bongkar alasan rencana rekrut mantan narapidana korupsi jadi penyuluh antikorupsi.

Rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekrut eks koruptor jadi penyuluh antikorupsi menuai sorotan.

Rencana KPK itu juga menjadi salah satu topik pembahasan dalam diskusi pimpinan KPK Nurul Ghufron bersama Koordinator MAKI Boyamin Saiman, yang dipandu Karni Ilyas.

Berawal dari pertanyaan mantan Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas, yang meminta penjelasan KPK di balik rencana merekrut eks koruptor jadi penyuluh antikorupsi.

Baca juga: Benarkah Ada Kelompok Taliban di KPK? Nurul Ghufron: Nggak Mungkin, Isu itu Tidak Benar

Ghufron mengatakan, jika rencana merekrut eks koruptor jadi penyuluh antikorupsi bukan hanya era pimpinan KPK saat ini, tapi pimpinan KPK periode sebelumnya telah merencanakan hal tersebut.

Ia menegaskan perekrutan tersebut tidak terlepas dari Sumber Daya Manusia (SDM) KPK yang terbatas sehingga dipandang perlu melakukan hal tersebut.

"Rencana ini bukan program tahun ini, jadi tahun-tahun sebelumnya bahkan dari periode 2, 3 sebelumnya," kata Ghufron.

"Kami merasa karena KPK itu SDM-nya sedikit, jangkauan jaringannya terbatas karena di Jakarta, maka kami mengembangkan penyuluh antikorupsi dan penegak integritas," tuturnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Kronologi Wakil Ketua KPK Dinyatakan Terbukti Lakukan Pelanggaran Etik Berat

Di PAK tersebut, lanjut Ghufron, terdiri dari tokoh masyarakat, agama para penyelenggara negara, Bawas dan lain-lain.

"Itu sudah berjalan sampai saat ini. Kalau penyuluh ada 188 termasuk tokoh pemuda dan lain-lain, kami kemudian di awal tahun 2020, ada datang ke Lapas, kemudian di situ kami mencoba mendekati.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved