Breaking News:

Arsitektur Politeknik Negeri Samarinda Turut Melestarikan Budaya Asli Kaltim

Seluruh civitas akademika Program Studi (Prodi) Arsitektur Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Editor: Diah Anggraeni
HO/Polnes
Seluruh civitas akademika Program Studi Arsitektur Politeknik Negeri Samarinda saat melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Budaya Pampang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Seluruh civitas akademika Program Studi (Prodi) Arsitektur Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 14 Agustus 2021.

Kali ini diwujudkan dalam bentuk karya atau produk berupa gambar kerja dan maket Lamin Pemung Tawai yang mengadopsi kearifan lokal, budaya, serta falsafah hidup masyarakat suku Dayak di Desa Budaya Pampang.

Bukan hanya sekali ini saja Prodi Arsitektur Polnes menerapkan konsep vernakular ini.

Baca juga: Jadi Wadah Ekspresikan Karya Seni, UKM Polnes Gelar Sedaya Fest 4

Di beberapa proses belajar mengajar terus dicoba menerapkan budaya asli Kaltim tersebut, baik mengadopsi budaya suku Dayak, Kutai, Banjar maupun penerapan budaya etnik suku lain yang berdomisili di Kaltim.

Tujuan dari pengkajian budaya ini adalah untuk terus mengingatkan pada generasi penerus, khususnya para calon arsitek tentang pentingnya budaya, kearifan lokal bangunan dalam menyesuaikan diri dengan alam, juga pola perilaku manusia beradaptasi dengan lingkungannya.

"Rancangan kami mencoba mengakomodasi perkembangan kebutuhan masyarakat atau pengunjung pada lamin ini yaitu pada bangunan utama terdapat penambahan area duduk penonton, pelebaran area pertunjukan, dan penambahan lantai untuk peletakan pajangan benda-benda atau replika pusaka. Sedangkan pada bangunan penunjuang di belakang direncanakan penambahan toilet sebagai fasilitas pendukung," jelas Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Nur Husniah Thamrin, ST., M.T.

Antusias masyarakat suku Dayak di Desa Budaya Pampang dalam mengikuti kegiatan ini terwakilkan dengan pernyataan dari ketua adat, Esrom Palan.

"Budaya ini adalah ajang silaturahmi bagi kita semua sebagai bentuk peninggalan nenek moyang untuk bangsa kita. Kami sangat senang dan bangga bahwa masih ada yang peduli dengan budaya asli Kaltim ini. Kami berterima kasih pada pihak kampus, khususnya prodi Arsitektur Polnes yang telah berinisiatif meneruskan pelestarian budaya melalui kegiatan perkuliahan dan menghasilkan karya-karya rancangan bangunan yang sangat memperhatikan budaya lokal. Semoga kegiatan ini terus berkelanjutan sehingga generasi muda semakin peduli dan mencintai budayanya," ujarnya.

Baca juga: Polnes Sabet Juara Umum Tingkat Nasional di Kompetisi Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat

Pada kegiatan ini pula, ketua adat menjelaskan secara ringkas sejarah pembangunan Lamin Adat Pemung Tawai serta perkembangan Desa Budaya Pampang baik dari segi masyarakat maupun pelestarian bangunan.

Besar harapan mereka kedepan setelah situasi pandemik berlalu, pelestarian budaya khususnya bangunan ini terus meningkat, sehingga pengunjung pun dapat menikmatinya.

Bahkan beliau pun berharap kelak bisa mewujudkan gambar dan maket yang telah diterima dalam bentuk pembangunan yang nyata. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved