Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Investor Australia Akan Masuk Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani Sebut Baru Studi Sungai Kayan

Salah satunya datang dari perusahaan asal Australia yakni Fortescue Future Industries (FFI) yang bergerak di sektor energi hijau

TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI
Menurut Bupati Bulungan Syarwani, pihak FFI masih melakukan studi terkait potensi pembangunan PLTA di Sungai Kayan.TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Investasi besar dengan nilai miliaran dolar AS direncanakan akan masuk Kaltara.

Salah satunya datang dari perusahaan asal Australia yakni Fortescue Future Industries (FFI) yang bergerak di sektor energi hijau.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, pihak FFI berencana membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan di Bulungan.

Selain itu PLTA juga direncanakan akan dibangun di Malinau.

Menurut Bupati Bulungan Syarwani, pihak FFI masih melakukan studi terkait potensi pembangunan PLTA di Sungai Kayan.

Baca juga: Bupati Bulungan Syarwani Sebut tak Ada Progres PLTA Kayan, Sang Investor Beri Respon

Bupati Syarwani mengatakan, PLTA yang nantinya dibangun oleh FFI akan mampu memenuhi kebutuhan listrik di Bulungan, termasuk di kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

"Mereka hari ini baru sebatas studi di Sungai Kayan terkait potensi energi hijau terbarukan, memang arahnya pada pembangkit listrik tenaga air, tentu silakan saja," kata Bupati Bulungan Syarwani, Jumat (3/9/2021).

"Mereka tawarkan sumber daya listrik, termasuk untuk menunjang di KIPI nanti," tambahnya.

Hingga kini, Ia mengatakan belum ada pembahasan atau proses pengurusan perizinan dari pihak FFI kepada Pemkab Bulungan.

"Sampai hari ini belum, perizinan belum ada, izin lokasi juga belum," tambahnya.

Pihaknya mengaku akan mendukung pembangunan PLTA bila nantinya disetujui oleh pemerintah pusat, mengingat kewenangan tersebut bukan berada di ranah Pemkab Bulungan.

Terkait kelanjutan pembangunan dari investor di PLTA Kayan lainnya, yakni PT KHE, Bupati Syarwani kembali menyerahkan kepada pemerintah pusat.

Khususnya terkait satu izin yakni izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang hingga kini belum dikantongi oleh pihak investor.

Baca juga: Ditarget Beroperasi 2025, Bupati Syarwani Sebut Pembangunan PLTA Kayan Belum Berprogres

"Tergantung nanti evaluasi di pusat, karena kita tidak mungkin melawan dengan pusat kita pastikan program pusat di daerah bisa sejalan," katanya.

"Kalau itu ranahnya di Pusat, termasuk IPPKH itu di Pusat, kami di daerah bukan ranahnya," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved