Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Warga Binaan Lapas Tenggarong Produksi Kursi dan Meja Unggulan, Banyak Dikirim ke Luar Daerah

Bengkel Kerja Lapas Klas IIA Tenggarong semakin menunjukkan eksistensinya baik dari sisi produksi maupun dari PNBP

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kursi hasil karya warga binaan Lapas Klas IIA Tenggarong.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sejak di tetapkan sebagai lapas produksi dalam bidang meubelair pada tahun 2018 oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Bengkel Kerja Lapas Klas IIA Tenggarong semakin menunjukkan eksistensinya baik dari sisi produksi maupun dari PNBP.

"Target PNBP tahun 2021 sebesar Rp. 25.000.000,- dan per Agustus ini kami telah menyetor PNBP sebesar Rp. 12.480.600,-,” ujar Jumari Suwandoko Kasi Giatja Lapas Tenggarong, Minggu (5/9/2021).

Sementara itu, Kasubsi Giatja Lapas Klas IIA Tenggarong, Zairin Zain mengungkapkan, pemesan meubelair produksi warga binaan Lapas Tenggarong tidak hanya sekitar wilayah Tenggarong, namun juga sudah merambah ke luar daerah bahkan ke pulau Jawa.

"Hampir tiap bulan ada pemesan dari Jawa, khusus nya kursi lipat yang menjadi produk andalan dari lapas tenggarong,” kata Zairin.

Baca juga: Dua Pejabat Kutim Dijebloskan di Lapas Tenggarong, Giliran Ismunandar dan Encek Dieksekusi KPK 

Disinggung soal kendala yang dihadapi dalam proses produksi, Zairin menerangkan bahwa kendala utama saat ini adalah,  ruang produksi yang sudah tidak representatif.

Hal ini juga disebabkan karena kondisi luas bangunan kantor dan saran penunjang Lapas Tenggarong sekitar 144 meter persegi.

"Kendala yang dihadapi oleh bengkel kerja tidak berarti menghalangi kami untuk tetap berkreasi dan produksi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Klas IIA Tenggarong, Agus Dwirijanto menuturkan, tahun 2021 ini Lapas Tenggarong mendapatkan program pelatihan kemandirian sebanyak 10 paket, dengan melibatkan 200 orang warga binaan serta mendapatkan bantuan belanja modal dalam bidang konveksi.

Selain menggunakan bahan baku kayu kata Agus, bengkel kerja Lapas Tenggarong juga melakukan produksi dengan bahan baku limbah drum yang di olah menjadi kursi dan meja tamu.

Baca juga: HUT ke-76 Kemerdekaan RI, 710 Warga Binaan Lapas Tenggarong Dapat Remisi

"Belanja modal (alat konveksi) tersebut merupakan kebijakan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, diharapkan dengan adanya belanja tersebut semakin membuat warga binaan semakin kreatif dan memiliki keterampilan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved