Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

DKPP Mahulu Mulai Pendataan Petani, Pemkab Alokasikan Rp 6 M Lebih Memotivasi Warga Menanam Padi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mulai melakukan identifikasi atau pendataan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Para petugas dari DKPP Mahulu meninjau lokasi ladang milik warga untuk didata guna mendapatkan bantuan biaya tanam Rp 2 jt per hektare. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mulai melakukan identifikasi atau pendataan warga yang akan menerima bantuan dari pemerintah daerah.

Kepala DKPP Mahulu Saripuddin mengungkapkan, pendataan sudah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Bupati Tinjau Progres Pembangunan Perkantoran, Tiga Gedung Sudah Mencapai 70 Persen

Dengan dua tahapan, pendataan dimulai di dua kecamatan terdekat yaitu Long Bagun, Long Pangai dan Long Apari.

Kemudian tahap kedua yang dimulai pekan ini, di Laham dan Long Hubung.

"Pendataan dilakukan untuk menentukan siapa-siapa warga yang memiliki lahan dan berhak mendapatkan bantuan ini. Nanti selanjutnya, diverifikasi apakah memenuhi kriteria atau atau tidak," ungkapnya.

Dijelaskan, beberapa kriteria yang berhak menerima bantuan ini, antara lain merupakan warga Mahulu yang dibuktikan dengan KTP, tergabung dalam kelompok tani, memiliki lahan satu hektare, serta bukan PNS.

"Yang jelas adalah warga Mahulu, yang memang sebagai petani," tandasnya.

Saparuddin menerangkan, program bantuan yang akan diberikan sebesar Rp 2 juta per hektare kepada 3 ribu hektare ladang petani.

Ia mengatakan, program tersebut adalah program khusus dari Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, yakni bantuan tanam guna memotivasi petani bercocok tanam padi.

"Bantuan sebesar Rp 2 juta per hektare ladang untuk memotivasi warga bercocok tanam padi. Bantuan itu diperuntukan bagi 3 ribu hektar ladang padi pada 5 kecamatan se-Mahulu," ungkap Saparuddin.

Baca juga: Dapat Kucuran Dana Alokasi Khusus, Jalan Poros Long Bagun ke Long Pahangai Mulai Diaspal

Menurutnya, masyarakat yang berminat dengan bantuan itu, wajib bergabung dalam kelompok peladang yang didaftarkan di DKPP.

Semua ladang yang masuk dalam kelompok akan didata titik koordinat.

Bantuan sebesar Rp 2 juta per hektare ladang tersebut dianggarkan oleh pemkab melalui APBD Mahulu tahun anggaran 2021 dengan total sebesar Rp 6 miliar lebih.

"Kalau pendataan segera selesai, rencananya pertengahan September ini sudah bisa dicairkan bantuan itu," katanya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved