Breaking News:

Banjir di Samarinda

DPRD Samarinda Soroti Alih Fungsi Lahan, Dituding jadi Penyebab Banjir

DPRD Samarinda melalui anggota komisi III, Jasno menyoroti salah satu penyebab banjir di Kota Samarinda.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Anggota komisi III DPRD Samarinda, Jasno, menyoroti pematangan lahan yang menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - DPRD Samarinda melalui anggota komisi III, Jasno menyoroti salah satu penyebab banjir di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya juga andil dari alih fungsi lahan di beberapa kawasan di Kota Samarinda.

Dalam kesempatan dialog publik di stasiun TVRI Kaltim, Senin (6/9/2021) Jasno menilai bahwa pemerintah terkesan diam terhadap fenomena pematangan lahan dan alih fungsi lahan yang selama ini terjadi.

Maka menurutnya pemerintah kota (Pemkot) Samarinda harus mengambil langkah tegas dalam menyikapi keadaan tersebut.

Baca juga: Banjir di Samarinda Disebabkan Air Limpasan, Walikota Andi Harun Singgung Pemda Lainnya

"Dahulunya kawasan itu menjadi daerah resapan air dan kawasan penyangga, namun saat ini dijadikan pemukiman dan fungsi lainnya, atau mungkin juga ada kegiatan pematangan lahan, dan ini memang sudah kita lihat secara langsung terutama di daerah Samarinda Utara bahwa ada aktivitas tersebut disana," jelasnya.

Jasno melanjutkan, dalam menangani pematangan dan alih fungsi lahan tersebut diakui akan menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah kota.

Karena dikatakan tak sedikit area yang telah beralih fungsi dan dilakukan pematangan.

Di samping itu, curah hujan yang cukup tinggi juga menambah debit air yang mengalir ke wilayah rawan banjir di Samarinda, khususnya Lempake, Bengkuring dan perumahan Griya Mukti Sejahtera.

Baca juga: Sungai Mahakam Meluap, Beberapa Kampung di Kutai Barat Terendam Banjir

"Saya meminta pemerintah kota dalam hal ini harus tegas, karena pematangan lahan ini memang ada bahkan tak berizin, izinnya sendiri diurus setelah dia mematangkan lahan itu," ungkap Jasno lebih lanjut.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa kegiatan seperti yang disebutkan telah terjadi di Kota Samarinda sejak dahulu sebelum pemerintahan walikota saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved