Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Atasi Ketergantungan dari Luar Daerah, Mahulu Maksimalkan Lahan Ketahanan Pangan

Mewakili Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Saripudin meresmikan lahan ketahanan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Kepala DKPP dan jajaran berfoto bersama usai meresmikan lahan ketahanan pangan seluas 10 hektare di Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Sabtu (4/9/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Mewakili Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Saripudin meresmikan lahan ketahanan pangan seluas 10 hektare di Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Sabtu (4/9/2021).

Peresmian ditandai dengan penebasan lahan oleh kepala DKPP, dilanjutkan dengan pemberkatan oleh pastor dan diikuti oleh petinggi kampung serta para tokoh masyarakat setempat.

Selain peresmian lahan, dilakukan juga penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara simbolis kepada warga lanjut usia.

Baca juga: DKPP Mahulu Mulai Pendataan Petani, Pemkab Alokasikan Rp 6 M Lebih Memotivasi Warga Menanam Padi

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, permasalahan yang dihadapi sekarang adalah ketergantungan Mahulu pada bahan pangan yang masih harus datangkan dari luar daerah.

"Ini menjadi salah satu keprihatinan saya sejak mencalonkan diri sebagai calon bupati pada tahun 2015 lalu. Keprihatinan itu, saya jawab dengan menetapkan bidang urusan pertanian dan seluruh sub-bidang turunannya sebagai visi utama. Baik pertanian hortikultura dan tanaman pangan, perikanan dan peternakan, termasuk bidang paska panennya," kata bupati dalam sambutan yang dibacakan Saparuddin.

Menurut bupati, tujuan utama dari program Ketahanan Pangan melalui penyiapan 10 hektare lahan per kampung ini untuk mengurangi tingkat ketergantungan setiap kampung terhadap pangan yang selama ini didatangkan dari luar daerah.

"Program ini juga akan menambah kesempatan dan lapangan kerja. Produksi sektor pertanian berpotensi menciptakan lapangan kerja lanjutan. Terutama di sub sektor pengolahan, pengangkutan hasil dan perdagangan lokal," kata bupati lagi.

Dari evaluasi kemajuan program ini di setiap kampung, disebutkannya, Batu Majang termasuk kampung yang cukup progresif.

Lahan yang disiapkan adalah seluas 15,3 hektare, dengan status lahannya adalah hutan produksi terbatas.

"Saya harapkan, setiap pemerintah kampung pro-aktif menuntaskan status lahan untuk program ketahanan pangan ini. Dengan cara berkoordinasi secara berjenjang, mulai dengan pemerintah kecamatan dan DPPMK di tingkat kabupaten," harap bupati.

Baca juga: Bupati Tinjau Progres Pembangunan Perkantoran, Tiga Gedung Sudah Mencapai 70 Persen

Sementara itu dalam laporannya, Penjabat (Pj) Petinggi Kampung Batu Majang Selvanus Sengiang mengucapkan terima kasih atas pembukaan lahan ketahanan pangan seluas 10 hektare untuk masyarakat Kampung Batu Majang.

Selvanus menambahkan, selain pertanian Batu Majang sebagai kampung yang memiliki banyak potensi pariwisata, juga menyambut baik kunjungan masyarakat guna memajukan pariwisata Mahulu.

"Kami dari pemerintah kampung ingin lebih eksis lagi mempromosikan Kampung Batu Majang ini agar muncul lebih lagi ke permukaan baik pertanian maupun pariwisata," tambahnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved