Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Jubir Satgas Covid-19 Ungkap Alasan PPKM Level 4 di Balikpapan Kalimantan Timur Berlanjut

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty membeberkan alasan PPKM Level 4 di Balikpapan diperpanjang.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Iustrasi penyekatan jalan saat PPKM Level 4 diberlakukan di Kota Balikpapan.┬áTRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty membeberkan alasan PPKM Level 4 di Balikpapan diperpanjang.

Ia mengatakan kebijakan perpanjangan PPKM Level 4 yang berlaku hingga 20 September 2021 nanti dipengaruhi beberapa faktor.

Salah satunya berkaitan dengan mobilitas masyarakat yang menjadi penilaian dari pemerintah pusat.

"Nah ini kita tidak tahu lagi bagaimana cara pemerintah pusat menghitung. Katanya menilai mobilitas lewat google,” ujarnya, Selasa (7/9/2021).

Kendati demikian, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan tak mengetahui persisnya, bagaimana pemerintah pusat menghitung hal tersebut.

Baca juga: PPKM Level 4 Lanjut, PTM Terbatas Belum Bisa Digelar di Balikpapan, Simulasi Tetap Jalan

“Dalam paparan kemarin saat pertemuan dengan pemerintah pusat, katanya ada pengaruh mobilitas penduduk," terangnya.

Sebagaimana diketahui, Balikpapan sebagai pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur, memang menjadi kota transit.

Sehingga tidak bisa dipungkiri, pergerakan orang melalui jalur udara dan laut tinggi. Maka logis jika masih akan menerapkan kebijakan PPKM Level 4.

“Jadi penilaiannya bukan semata-mata dari capaian indikator kesehatan saja. Ada juga penilaian mobilitas dan penerapan 5M,” bebernya.

Wanita yang kerap disapa Dio itu mengatakan untuk indikator kesehatan, secara umum justru sudah terpenuhi semua.

Baca juga: PPKM Level 4 Balikpapan Berlanjut Hingga 20 September 2021, Rahmad Masud Tunggu Instruksi Mendagri

Mulai dari Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit, kini sudah mengalami penurunan.

Penurunan tersebut sejalan dengan perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang melandai.

"Ruang ICU itu keterisiannya turun dan ruang isolasi juga. Kemudian pasien sembuh serta fatality rate atau kasus meninggal dunia juga sudah menurun signifikan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved