Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO 17 Tahun Kasus Munir: Mengenang Munir dan Keabadian Perjuangannya

Hari ini, 17 tahun lalu, pejuang kemanusiaan Munir Said Thalib mengembuskan napas terakhirnya setelah diracun pada 7 September 2004.

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Hari ini, 17 tahun lalu, pejuang kemanusiaan Munir Said Thalib mengembuskan napas terakhirnya setelah diracun pada 7 September 2004.

Tak banyak orang yang memilih jalan hidup untuk memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) secara lantang, seperti Munir.

Namun, perjuangannya harus berakhir dalam penerbangan menuju Amsterdam, Belanda.

Saat itu, Munir dalam perjalanan ke Belanda untuk melanjutkan studinya. Detik-detik meninggalny

Detik-detik meninggalnya Munir

Pada 6 September 2004, pukul 21.55 WIB, Munir berangkat ke Belanda menggunakan pesawat Garuda penerbangan GA-974.

Baca juga: NEWS VIDEO 17 Tahun Kasus Munir: Kronologi dan Hasil Investigasi

Sesaat sebelum lepas landas, ia sempat mengirim pesan kepada kawannya, Rachland Nashidik, dan Rusdi Marpaung (Ucok) yang saat itu menjabat Direktur Program Imparsial.

"Lan, Cok, aku berangkat, titip kantor dan anak istriku," tulis Munir.

Dalam perjalanannya, pesawat sempat transit di Bandara Changi, Singapura pada pukul 00.40 waktu Singapura, dan kembali melanjutkan penerbangan pada pukul 01.50.

Harian Kompas, 8 September 2004, memberitakan, Munir sempat terlihat seperti orang sakit setelah beberapa kali ke toilet, setelah pesawat lepas landas dari transitnya di Bandara Changi, Singapura.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved