Breaking News:

Ibu Kota Negara

Sambut Ibu Kota Negara, Kabupaten Penajam Paser Utara akan Jadi Daerah Pencatat Inflasi Baru

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Penajam Paser Utara (PPU) Ach Yasid Wijaya menyebutkan kabupaten PPU bakal jadi daerah pencatatan inflasi baru

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Ach Yasid Wijaya. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Penajam Paser Utara (PPU) Ach Yasid Wijaya menyebutkan kabupaten PPU bakal jadi daerah pencatatan inflasi baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sebelumnya kan daerah inflasi di Kaltim hanya Balikpapan dan Samarinda. Saat ini PPU dan Berau bakal disiapkan juga sebagai daerah inflasi," kata Wijaya, Selasa (7/9/2021).

Namun, Wijaya nengaku tidak tahu pasti alasan ditetapkannya kabupaten Benuo Taka menjadi daerah inflasi baru.

"Keputusan ini dari pusat. Namun kalau saya lihat secara pribadi, ini kemungkinan ada keterkaitannya dengan IKN (Ibu Kota Negara) yang baru. Masa iya telah ditetapkannya IKN kemudian tidak tercatat inflasinya," ujarnya.

Dikatakan Wijaya, dalam mempersiapkan daerah menjadi daerah pencatatan inflasi baru di Kaltim ada beberapa persiapan yang akan dilakukan dalam penerapan tersebut.

Baca juga: Pemkab tak Punya Anggaran untuk Pembayaran Listrik Rumah Ibadah Seluruh Penajam Paser Utara

Disebutkannya, proses persiapan penetapan daerah inflasi akan dimulai pada November 2021 ini. Diawali dengan melakukan pelatihan-pelatihan bagi petugas.

"Setelah melakukan persiapan itu, agenda persiapan lanjutnya akan dimulai pada awal tahun depan. Dalam setiap bulannya itu petugas BPS akan memberikan form kepada Rumah Tangga yang terpilih di PPU untuk mengisi form tersebut, agenda ini akan berjalan hingga satu tahun," ujarnya.

Dijelaskan oleh Wijaya, data yang telah dihimpun oleh petugas BPS tersebut bakal dipakai untuk angka penimbang.

"Setelah itu survei inflasi baru bisa dilakukan pada 2023 mendatang," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved