Berita Balikpapan Terkini

Warga Baru Ulu Siap Direlokasi, Lokasi Pembangunan RS Balikpapan Barat Rawan Banjir Rob

Calon lokasi pembangunan rumah sakit Balikpapan Barat sekira satu kilometer dari pelabuhan speedboat. Lokasinya di sisi kiri jalan Letjen Suprapto

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ketua RT 16 Baru Ulu, Mujiastuti saat ditemui Tribun Kaltim menunjukkan calon lokasi dibangunnya RS Balikpapan Barat. Terdapat rumah peninggalan bangunan Belanda persis berada di tepi kiri jalan raya. Mujiastuti dan warganya mengaku siap untuk direlokasi dari tempat tinggalnya sekarang. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Calon lokasi pembangunan rumah sakit Balikpapan Barat sekira satu kilometer dari pelabuhan speedboat. Lokasinya di sisi kiri Jalan Letjen Suprapto, tepatnya di RT 16 Baru Ulu.

Saat Tribun Kaltim meninjau langsung, belum ada penampakan plang ataupun papan pengumunan soal bakal dibangunnya rumah sakit di kawasan ini.

Di lokasi ini, yang mencolok adalah sebuah rumah kayu peninggalan Belanda. Nampak tak terawat meski saat ini masih ditinggali.

Pagar kayu di terasnya sudah tak lengkap. Halaman depan rumah ini pun ditumbuhi rumput tebal.

Rumah tua ini juga dikelilingi oleh pagar seng. Di kanan kirinya, berdiri rumah warga.

Baca juga: Kelurahan Baru Ulu di Balikpapan Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba, hingga Juli 2021 Capai 21 Kasus

Kabarnya, ada 10 Kepala Keluarga yang bakal terdampak di kawasan ini untuk pembangunan RS Balikpapan Barat.

Tribun pun mencoba menelusuri lebih jauh dengan berjalan ke bagian belakang kawasan ini.

Rupanya calon lokasi RS Balikpapan Barat berbatasan langsung dengan laut. Sejumlah rumah warga juga terlihat berdiri, laiknya perumahan di atas air.

Rencana pembangunan RS Balikpapan Barat memang tak menuai polemik dan didukung oleh warga sekitar lokasi.

Dari keterangan Ketua RT 16 Baru Ulu, Mujiastuti, lokasi itu berada di pinggir jalan, cukup luas. Sebagiannya diisi bangunan semi permanen.

Baca juga: Warga Baru Ulu Balikpapan Barat Deklarasikan Kampung Tangguh Narkoba

Menurut Mujiastuti, di bagian paling depan kawasan calon lokasi RS Balikpapan Barat itu adalah rumah peninggalan Belanda.

Ia menyebutnya sisa bangunan cagarbudaya. Namun sayang, rumah itu terlihat tak terawat meski masih ditinggali.
Sebelumnya juga sempat dijadikan sebagai kantor Dinas Perikanan.

Diakui Mujiastuti, rumahnya termasuk yang bakal tergusur jika pembangunan rumah sakit itu terlaksana.

Ia mengatakan, rumahnya sudah berdiri sejak zaman kolonial. Sebelumnya ditempati oleh sang mertua yang merupakan seorang wakar.

Memang ia tak memiliki sertifikat atas hak tanah. Sebab, pada zaman dahulu, lokasi itu sudah diserahkan dan menjadi milik Pemkot Balikpapan.

Ketua RT 16 Baru Ulu, Mujiastuti saat ditemui Tribun Kaltim menunjukkan calon lokasi dibangunnya RS Balikpapan Barat. Terdapat rumah peninggalan bangunan Belanda persis berada di tepi kiri jalan raya. Mujiastuti dan warganya mengaku siap untuk direlokasi dari tempat tinggalnya sekarang. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ketua RT 16 Baru Ulu, Mujiastuti saat ditemui Tribun Kaltim di calon lokasi dibangunnya RS Balikpapan Barat. Terdapat rumah peninggalan bangunan Belanda persis berada di tepi kiri jalan raya. Mujiastuti dan warganya mengaku siap untuk direlokasi dari tempat tinggalnya sekarang. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

"Rumah ini sudah ada sejak 1920an, waktu mertua saya masih muda. Cukup lama, memang saat itu hanya ada surat pernyataan saja bahwa rumah ini ditempati. Tapi tidak ada sertifikat dan lainnya," kata Mujiastuti.

Mujiastuti mengaku dirinya dan warga siap untuk direlokasi dari tempat tinggalnya sekarang.

Namun, ia menginginkan adanya kompensasi yang layak. Seperti kediaman baru yang layak huni dari sebelumnya.

"Saya pribadi dan warga mau saja untuk direlokasi, yang penting digantikan dengan rumah yang layak, air terutama bisa mengalir lancar," ujarnya.

Rencana pembangunan RS Balikpapan Barat yang akan dimulai pada tahun 2022 memang santer terdengar di telinganya.

Namun, ia mengaku belum ada pembahasan kelanjutan terkait itu. Mujiastuti sempat dipanggil Lurah Baru Ulu pada April 2021 lalu.

Ia diminta untuk mengumpulkan data warga yang menempati tanah. Berdasar laporan yang disampaikan, kiranya ada 10 Kepala Keluarga yang mungkin terdampak.

"Iya tapi sampai sekarang belum ada kelanjutan pembahasan kalau memang rumah sakit itu mulai dibangun tahun depan," terangnya.

Ia dan warga memang mendukung pembangunan rumah sakit. Mereka berharap pembangunan bisa meningkatkan perekonomian warga di lingkungan sekitar agar lebih berkembang.

Kendati demikian ada hal yang harus diwaspadai, kata Mujiastuti, sebab lokasi calon RS Balikpapan Barat itu kerap diterpa fenomena alam.

Banjir Rob lantaran air laut yang pasang menjadi musibah langganan. Minimal satu tahun sekali, di akhir atau awal tahun banjir itu masuk ke dalam rumahnya.

"Biasanya satu tahun sekali kami mengalami banjir rob. Jadi memang perlu waspada,” katanya.

Ia menceritakan terakhir banjir pada akhir tahun lalu, air yang naik ke permukaan cukup tinggi. Ia memperkerikaan di bawah lutut kaki orang dewasa.

“Tapi mungkin pemerintah sudah matang dalam menyiapkan desainnya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved