Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Ahli Waris Lahan di Balikpapan Sebut tak Beri Negoisasi Jika Lewat Batas Waktu Sebulan

Mediasi masalah blokade ruas jalan di kawasan Jalan Soekarno Hatta RT 51, Batu Ampar, Balikpapan Utara sudah menghasilkan keputusan, Rabu (8/9/2021)

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Suasana pembongkaran blokade akses jalan warga pasca mediasi di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Rabu (8/9/2021).TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Mediasi masalah blokade ruas jalan di kawasan Jalan Soekarno Hatta RT 51, Batu Ampar, Balikpapan Utara sudah menghasilkan keputusan, Rabu (8/9/2021).

Diantaranya membuka kembali blokade tersebut, setidaknya dalam kurun 1 bulan ke depan guna menentukan sikap dari warga setempat yang dinilai terdampak akibat penggunaan jalan tersebut.

Salah satu warga, Joni (35) membenarkan keputusan pasca mediasi tersebut.

"Ini dikasih keringanan sama pihak yang punya lahan. Tapi jangka waktu 1 bulan. Opsi itu saya pikirkan dulu," ujar Joni dihampiri awak media di tengah pembongkaran blokade.

Sebelumnya, dari mediasi menghasilkan 4 opsi yang bisa dipilih salah satunya.

Baca juga: Warga Blokade Jalan Tol Balsam Seksi I dan V, Gubernur Kaltim Beber Ganti Rugi Lahan Sudah Selesai

Baca juga: Ganti Rugi Belum Tuntas, Warga Blokade Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang akan Diresmikan Jokowi

Baca juga: Sambut Kedatangan Presiden Jokowi, Warga Blokade Tol Balikpapan-Samarinda Tuntut Ganti Rugi Lahan

Mulai dari menukar tanah, ikut serta menjual tanah, meminjam tanah warga lain untuk dibangun jalan, hingga menempuh jalur hukum.

Joni berujar, untuk saat ini kondisinya tengah panik. Sehingga ia enggan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.

"Cuma nanti sambil jalan, dari Pak Kapolsek, lewat Pak Kanit-nya ini, kita coba musyawarah sama pihak warga dulu," imbuhnya.

Sementara itu, ditemui pada kesempatan yang sama, ahli waris pemilik lahan yang membangun blokade, Rusdi (45) mengatakan, keputusan tersebut merupakan demi kemanusiaan.

"Dari kemarin kan kita bicara dari aspek kemanusiaan. Artinya, semua mediasi terbuka. Tadi kami di mediasi Pak Lurah, Pak Kapolsek, disaksikan juga perwakilan Camat, dan Muspida yang lain," ujar Rusdi.

Ia berharap sepanjang 1 bulan ke depan yang digunakan untuk musyawarah dapat memberikan jalan keluar bagi masyarakat. Terutama Joni dan Suhartini yang dirasa paling terdampak.

Tidak hanya warga, kata Rusdi, termasuk dirinya agar turut berpikir dalam persoalan tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS Warga RT 37 Kelurahan Manggar Blokade Jalan Tol Balikpapan, Tuntut Ganti Rugi Lahan

"Tapi selepas waktu 1 bulan itu, saya tekankan tidak ada lagi negosiasi, tidak ada lagi mediasi," tandas Rusdi.

Jika masih ada yang keberatan, kata Rusdi, agar menempuh jalur hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved