Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Diiming-imingi Main Game Online, Lima Bocah di Sungai Kunjang Samarinda Jadi Korban Pelecehan

Diiming-imingi akan dipinjamkan handphone untuk bermain game online, sejumlah anak di bawah umur di kawasan Kecamatan Sungai Kunjang menjadi korban pe

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda, Iptu Suhat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media terkait kasus pelecehan dengan sejumlah korban anak di bawah umur. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Diiming-imingi akan dipinjamkan handphone untuk bermain game online, sejumlah anak di bawah umur di kawasan Kecamatan Sungai Kunjang menjadi korban perbuatan tidak senonoh tetangganya.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena, melalui Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda, Iptu Suhat menjelaskan, tersangka, panggil saja Jony (nama samaran), sudah melakukan aksi bejatnya sejak 2019 lalu.

Perbuatan Jony baru terungkap pada awal September lalu ketika salah seorang korban berusia 9 tahun, bernama Kenanga (nama samaran) mengadu kepada keluarganya.

"Keluarga korban tidak terima langsung melapor ke Mapolresta Samarinda," kata Iptu Suhat saat dikonfirmasi media, Kamis (9/9/2021).

Dari hasil laporan tersebut, ia menyebut sudah ada lima anak yang menjadi korban pencabulan Jony dan sudah melapor.

Baca juga: Saipul Jamil dan Pelecehan di KPI jadi Sorotan Mata Najwa Pekan Ini, Live Trans7

Baca juga: Saipul Jamil Kembali ke Dunia Hiburan, Kritik Najwa Shihab: Orang Bisa Nggak Malu Lakukan Pelecehan

Baca juga: Dokter Tirta Kritik Pedas Soal Pelecehan di KPI: Harusnya Ketuanya Mundur dari Jabatan

Ia menambahkan, modus tersangka adalah melakukan tindakan tidak senonoh di hadapan para bocah tersebut hingga mencapai klimaks.

Selain itu, lanjutnya, Jony juga menggesekan area sensitifnya sambil memeluk para korban.

"Para korban menurut karena setelah itu dipinjami HP untuk bermain online," bebernya.

Kendati demikian, Iptu Suhat menegaskan saat pelaku melakukan aksinya masih dengan pakaian lengkap, begitupun korbannya.

"Jadi tidak terjadi hubungan layaknya suami dan istri," ungkapnya.

Untuk tersangka sendiri diamankan oleh aparat kepolisian pada Rabu (8/9/2021) lalu di kediamannya, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved