Berita Kubar Terkini

Gandeng Petinggi Kampung, Dinas Pariwisata Berupaya Hidupkan Kembali Pariwisata di Kutai Barat 

Pariwisata di Kutai Barat selama masa pandemi Covid-19 diakui meredub bahkan hampir mati suri

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Salah satu destinasi wisata gunung S yang sempat menjadi primadona di Kutai Barat. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Pariwisata di Kutai Barat selama masa pandemi Covid-19 diakui meredub bahkan hampir mati suri.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat tidak tutup.

Melalui Dinas Dinas Pariwisata membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang mengikutsertakan masyarakat sebagai upaya memajukan kembali kepariwisataan di Kabupaten Kutai Barat.

Kasi Bina Usaha Sarana dan Jasa Pariwisata (BUSTP) Dinas Pariwisata Kutai Barat, Yiska Jumeiana mengatakan  tahun 2021 Dinas Pariwisata bersama para kepala Kampung,  telah membentuk kurang lebih 14 Pokdarwis dan tersebar  di 16 kecamatan yang ada di Kutai Barat.

"Kelompok pokdarwis dibentuk dengan Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dengan cara kelompok sadar wisata, mendaftarkan kelompoknya ke Dinas Pariwisata Kutai Barat.

Dengan adanya Pokdarwis ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan pariwisata yang berpotensi diwilayahnya masing-masing,” jelas Yiska," Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Kanwil Kemenag Kaltim Lantik dan Rotasi 7 Penghulu Muda Kubar

Baca juga: Tim Penyusun dari Kominfo Audiensi di Kubar, Pemkab Minta Prioritas Penambahan BTS

Baca juga: Tersangka Korupsi BPBD Kubar Masih Tahanan Luar, Kejari Beber soal Berkas Kasus

Selain itu kata Yiska, sejak awal tahun 2020 telah direncanakan Dinas Pariwisata merencanakan dan melakukan penertiban dokumen administrasi, dalam hal legalitas lahan objek wisata yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten.

“Dinas Pariwisata Kutai Barat sudah banyak menerbitkan dokumen legalitas obyek wisata selama pandemi ini. Dan standar aturan pemerintah dalam membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana obyek wisata tersebut harus memiliki legalitas tanah,”katanya.

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sangat berdampak terhadap aktivitas pariwisata di Kutai Barat terutama bagi pelaku usaha dan obyek wisata yang dimiliki perorangan, swasta maupun pemerintah. Pelaku usaha hotel dan makanan minuman turun drastis hingga kurang dari 65 persen.

“Upaya lain dalam memanfaatkan situasi pandemi, Dinas Pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan warga, bekerja sama dengan Perangkat Daerah terkait melalui DPUPR, DPMPK, PERKIM, untuk meningkatkan sarana dan prasarana pada setiap objek wisata yang dimiliki oleh pemerintah daerah Kutai Barat,” ungkapnya. 

Baca juga: Dukung Pengadaan Lapas di Kutai Barat, Pemkab Kubar Siapkan Lahan Seluas 5 Hektare

Untuk diketahui bahwa destinasi wisata Kutai Barat tercatat sebanyak kurang lebih 200 objek wisata dari alam, situs buatan, dan bangunan keagamaan ragam destinasi wisata.

Diantaranya; wisata alam, Hutan Hemaaq Beniung (Kampung Juaaq Asa), Jantur, Danau Jempang (Kampung Jaan), pegunungan (gunung S pada Kampung Lakan Bilem), Arung Jeram (bumi perkemahan Lakan Bilem), dan Anggrek Hitam (Gersik Kerbangan kampung Sekolaq Darat).

Sementara untuk destinasi Wisata budaya diantaranya; tari tarian daerah, Belian (upacara adat Dayak Tunjung/Benuaq), Hudoq Kawit area Tering dan Long Iram, dan seni budaya yang ada di  Kutai Barat,  yang tentunya berpotensi untuk dikembangkan oleh bidang ekonomi kreatif dan budaya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved