Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Pelaku di Banjarmasin Bawa Narkotika Dari Surabaya, Untuk Diedarkan di Samarinda

Pelaku berinisial FA yang yang diketahui sebagai pemegang barang bukti narkotika jenis sabu seberat 24.873 gram brutto dan 6 bungkus ekstasi

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Jonathan Roy

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pelaku berinisial FA yang yang diketahui sebagai pemegang barang bukti narkotika jenis sabu seberat 24.873 gram brutto dan 6 bungkus ekstasi saat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengaku membawa dari Surabaya Jawa Timur.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat ditemui Jumat (10/9/2021) hari ini mengatakan bahwa pihaknya tengah menelusur asal barang haram ini.

Pihaknya hanya mengetahui barang dibawa FA dari Surabaya untuk nantinya diedarkan ke Kota Samarinda.

Dia juga sempat menegaskan bahwa barang haram bukanlah berkaitan dengan hasil pengungkapan Polda Kaltara 126 Kilogram beberapa waktu lalu.

Baca juga: PELAKU TAK Tahu Pembelinya Ternyata Polisi, Kronologi Polresta Samarinda Ungkap Peredaran 25 Kg Sabu

"Asal barang masih ditelusuri, awal mulanya dari Surabaya. Kami masih menelusuri lebih dalam lagi apakah ada kaitannya dengan daerah lain," tegasnya.

"Sementara belum ada keterkaitan di wilayah lain. Hanya saja kami masih terus dalami apabila ada keterkaitan di wilayah lain," imbuh Kombes Pol Arif Budiman.

Menurut keterangan pelaku FA saat diperiksa kepolisian sendiri bahwa narkotika jenis sabu dan ekstasi dibawa dari Surabaya, menuju Banjarmasin.

Dari enam orang yang diamankan, empat oramg diantaranya berada di Samarinda ada dan dua orang diamankan di Banjarmasin. 

Baca juga: NEWS VIDEO Kronologi Pengungkapan dan Barang Bukti yang diamankan kepolisian dari Tersangka Pengedar

"Perannya masing-masing adalah penjual. Masuknya ke Samarinda melalui jalur darat," sebut Kombes Pol Arif Budiman. 

Saat ditanya peran FA, apakah ikut mengantar ke Samarinda. Kombes Pol Arif Budiman mengatakan bahwa pelaku yang di Samarinda yang mengambil ke Banjarmasin lalu membawa ke Samarinda.

"Rencana mereka akan menjual barang ini di Samarinda. Mereka (empat orang pelaku) tidak datang ke Samarinda, artinya yang akan menjual disini mengambil langsung barang itu di Banjarmasin," bebernya.

Menyinggung apakah ada keterlibatan pengendali dari balik penjara (narapidana), Kapolresta Samarinda tidak menemukan indikasi tersebut.

Namun hal ini juga akan didalami oleh pihaknya.

"Sementara kami tidak menemukan adanya keterlibatan warga binaan, tapi masih kami dalami," tutupnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved