Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Selama PPKM Level 4, BI Catat IHK di Kaltim Alami Deflasi Sebesar 0,17 Persen, Ini Penyebabnya

Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur mencatat selama PPKM level empat terjadi deflasi

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Kepala Perwakilan BI Kaltim Tutuk S.H. Cahyono. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur mencatat selama PPKM level empat terjadi deflasi.

Berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) pada bulan Agustus silam tercatat mengalami deflasi sebesar 0,17 persen (mtm).

Deflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,02 persen (mtm).

Kepala BI Perwakilan Kalimantan Timur Tutuk S.H. Cahyono , Jumat (10/9/2021) mengatakan deflasi ini dikarenakan rendahnya permintaan barang dari masyarakat.

"Bagaimana Kaltim defisit dari neraca pangan 10 bahan pokok relatif defisit. Sebagian ambil dari luar jadi kuatin fungsi distribusi juga dan pasar harus diyakinkan mekanisnya efisien kemarin kami lihat lumayan bagus," ucapnya usai hadiri penerimaan TPID Awards di kantor Gubernur Kalimantan Timur Jumat pagi.

Baca juga: Banyak yang Punya, Uang Koin Melati Kabarnya Bisa Ditukar Rp 750 Ribu, Cek Penjelasan Bank Indonesia

Baca juga: Viral Uang Logam Tahun 1990 Ini Bisa Ditukar Rp 750 Ribu, Cek Daftar URK yang Ditarik Bank Indonesia

Baca juga: Uang Logam Rp 100 Ribu dari Emas Viral, Bank Indonesia Benarkan Pernah Mencetak

Ia mencatat beberapa permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan masih terbatas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,92% (mtm).

Angka tersebut lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,19% (mtm).

"Penurunan tersebut bersumber dari terbatasnya permintaan untuk sejumlah komoditas pangan di tengah pasokan yang terjaga.

Daging ayam ras tercatat menjadi komoditas utama penyumbang deflasi Kaltim dengan andil deflasi sebesar 0,12% (mtm) terhadap IHK Kaltim dan mengalami deflasi mencapai 5,73% (mtm)," kata Tutuk.

Pada bulan Agustus kemarin, TPID di wilayah Kaltim menghadiri pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi.

Baca juga: Bank Indonesia Kaltara Sebut Normalisasi Harga Komoditas Bisa Bantu Lemahkan Tekanan Inflasi

Selain itu, TPID Kota Samarinda juga melaksanakan High Level Meeting (HLM) dalam rangka monitoring pencapaian program masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta kendala yang dihadapi dalam impelentasi program pendalian inflasi daerah di Kota Samarinda. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved