Breaking News:

Ibu Kota Negara

Anggota DPR RI dari PKS Aus Hidayat, Anggap Pemindahan Ibu Kota Negara Belum Siap

Anggota DPR RI, Aus Hidayat Nur, menyoroti sejumlah masalah pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA
Anggota DPR RI, Aus Hidayat Nur, menyoroti sejumlah masalah pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Anggota DPR RI, Aus Hidayat Nur, menyoroti sejumlah masalah pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu awak media usai kunjungan kerja Panja HGU, HGB, HPL DPR RI di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Ia mengatakan, masalah perkembangan tanah di lokasi calon Ibu Kota Negara baru menjadi pokok utama pembahasan.

"Termasuk berkaitan dengan pengukuran ulang, PTSL, di wilayah Penajam Paser Utara," ujarnya, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Tunggu Surat Presiden Jokowi, Komisi II DPR RI Kawal Proyek Ibu Kota Negara di Kalimantan

Baca juga: NEWS VIDEO Butuh Waktu 15-20 Tahun Pemindahan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur

Baca juga: JOKOWI Pastikan Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Tetap Berjalan, Terungkap Waktu yang Dibutuhkan

Selain itu, Panja yang dibuat oleh Komisi II DPR RI itu juga menakan perencanaan BPN pusat dan Kaltim dalam menghadapi Ibu Kota Negara.

Menurut pandangan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kesiapan pemerintah dalam memindahkan Ibu Kota Negara belum siap sepenuhnya.

"Dananya darimana, katanya melibatkan swasta atau tukar guling. Berarti aset kita di jakarta seperti apa. Memang ini urusan pusat tapi provinsi harus tau," terangnya.

Menurutnya dalam pembangunan wilayah Ibu Kota Negara, harus mempersiapkan Balikpapan terlebih dahulu sebagai Kota Penyangga.

Baca juga: Di Forum Internasional, Anies Baswedan Bahas Nasib Jakarta Jika Ibu Kota Negara Pindah ke Kaltim

Ia pun mempertanyakan kesiapan, apabila Balikpapan menjadi tempat yang banyak didatangi masyarakat dari berbagai daerah di masa pandemi Covid-19.

"Kalau kondisi pandemi ini akan berbahaya, terutama Balikpapan. Ini harus dipikirkan baik-baik, sebelum ribuan orang akan datang," jelasnya.

Oleh karena itu, secara pribadi Aus menyarankan kepada pemerintah provinsi agar mengutamakana kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur.

"Prioritaskan itu. Kita bicara mengatasi pandemi, sampai sekarang Kaltim masih merah," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved