Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Komunitas Pendakwah Keren Samarinda Kaltim Dikukuhkan, Ketahuan Pasang Tarif Siap Dipecat

Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Kalimantan Timur dikukuhkan. Selama 2 tahun belakangan eksis berdakwah dengan motto Iklash Ruhnya Dakwah

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PENGUKUHAN  - Wagub Hadi Mulyadi saat pengukuhan Komunitas Pendakwah Keren (KPK) di Rumah Jabatan Jalan Milono Kota Samarinda Kalimantan Timur, Minggu (12/9/2021) malam. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Kalimantan Timur dikukuhkan. Selama 2 tahun belakangan eksis berdakwah dengan motto Iklas Ruhnya Dakwah.

"KPK tak hanya di Kaltim, tapi satu pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera, Sulawesi bahkan juga sudah ada," ujar Ketua KPK Kaltim Ustad Abdurrahman Atase Al Hafiz.

KPK dikukuhkan oleh Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Founder Ustad Raden Ahmad Afandi di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sekitar pukul 22.00 wita Minggu (12/9/2021) malam.

Ustad Abdurrahman Atase bersyukur Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Kaltim telah terbentuk di 10 Kota dan Kabupaten di Kalimantan Timur, dan salut pada Wagub Kaltim Ustad Hadi Mulyadi.

"Saya pelatih dakwah Alquran mulai juz 1 sampai 30 Juz provinsi dan saya bertemu dengan Wagub Ustad Hadi Mulyadi tak tahu mau ngomong apa. Karena saya ingat saat dakwah ke Sumatera Utara bisa sampai 10 titik," Ustad Abdurrahman.

Baca juga: Wakil Gubenur Kaltim Hadi Mulyadi Minta Peran Pendakwah Membina Karakter

Baca juga: Respon Wagub Kaltim Hadi Mulyadi soal Pembelian Vaksin tanpa Tunggu Kiriman Pemerintah Pusat

Baca juga: Presiden Jokowi akan Kunker ke Kalimantan Timur, Wagub Hadi Mulyadi Ingin Makan Siang Bareng

"Ke manapun bisa dijangkau atas bantuan jaringan dakwah beliau. Bahkan ke Makassar maupun Wajo siap memberi tempat meskipun masjidnya kecil tetap bisa berdakwah. KPK Iklas ruhnya dakwah, kami ceramah sampai Malaysia dari informasi kenalan kawan kawan KPK," tuturnya.

Founder KPK Ustad Raden Ahmad Afandi menjelaskan Komunitas Pendakwah Keren Tak berbadan hukum.

"KPK Elastis, tak boleh bertarif tapi kalau dikasih ambil. Karena semboyan iklas ruhnya dakwah. Kalau ada pasang tarif langsung dipecat. Umat gak usah diajari menghormati gurunya. Insya Allah rezeki ada. Rezeki tak hanya duit saja, silaturahim dan masih diberi umur itu juga rezeki," ujarnya.

Dan KPK harus bersinergi karena hanya sekumpulan manusia dengan alat untuk mendekatkan atau wasilah. Ada yang bisa berpolitik, usaha dagang dan lainnya kita dukung. Dakwah dan mendakwahi maka berkorban untuk agama ini maka cinta sama rasul, sama dakwah sama Allah sama Islam," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved