Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Disdikbud Tinjau Pelaksanaan di Lapangan, 4 Sekolah di Bontang yang Gelar PTM Hari Ini

Empat sekolah di Bontang kini telah resmi menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas

Penulis: Ismail Usman | Editor: Jonathan Roy

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Empat sekolah di Bontang kini telah resmi menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Ke empat sekolah itu diantaranya SMP Bahrul Ulum, SD Asy Syamil, SD Muhammadiyah 2, dan SD Negeri 006 Bontang Utara.

"Dari 9 sekolah yang mendapat izin, hari ini diketahui baru 4 sekolah yang baru menggelar PTM," tutur Akhmad Suharto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Senin (13/9/2021).

Dikatakan Suharto, pihaknya telah melakukan pemantauan lapangan ke empat sekolah yang gelar PTM itu.

Dari hasil tinjauan sementara, seluruh sekolah yang gelar PTM telah sesusai Prokes Covid-19 seperti menyediakan tempat cuci tangan,  hingga melakukan pengukuran suhu tubuh siswa sebelum memasuki ruang kelas.

Begitu juga dengan jumlah murid dibatasi hanya maksimal 15 murid per kelas, dengan batas waktu pelajaran maksimum tiga jam.

"Sesuai protap ya kalau saya liat tadi. Tapi, tetap kami arahkan kepada guru untuk menjaga siswa jangan sampai bergerombol," paparnya.

Sedangkan untuk beberapa sekolah belum kini masih harus melengkapi sejumlah kelengkapan fasilitas, agar saat pelaksanaan PTM bisa berlangsung maksimal.

"Tidak apa-apa, mungkin masih menyiapkan ruang kelas dan sebagainya. Seperti SMP Negeri 7 Bontang, Minggu depan baru gelar PTM," paparnya.

Sementara dari pantauan lapangan, saat ini Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bahrul Ulum telah resmi menggelar PTM terbatas.

Kepala Sekolah SMP Bahrul Ulum, Mustofa menyebutkan, selama PTM sepekan kedepan pihaknya akan lebih banyak memberikan pemahaman ke siswa tentang pentingnya disiplin prokes di lingkungan sekolah.

“Hari ini sampai Minggu depan kami tekankan prokes dulu seperti pakai masker, cuci tangan dan lainnya. Jadi tidak langsung digas belajar, murid pasti butuh penyesuaian dulu karena lama tidak PTM,” sebutnya.

Selain itu, PTM perdana ini juga akan lebih fokus membangun silaturahmi dan kedekatan antara murid dengan para dewan guru.

Karena selama ini, kedekatan murid dengan guru begitu berjarak selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setahun terakhir ini.

“Kalau belajar online susah dipraktekkan. Jadi PTM ini kami manfaatkan buat membangun moral baik, kemudian sisi akademik. Tadi malahan ada siswa yang panggil saya om. Sempat kaget juga, tapi saya maklumi itu,” paparnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved